src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Kerja Sama Internasional Unikarta dengan Brunei Darussalam. (Sumber: FKIP Unikarta)HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) Tenggarong memperluas jejaring internasional melalui rangkaian kegiatan akademik dan pengabdian di Brunei Darussalam pada 25–29 Juli 2026 lalu.
Kegiatan tersebut memadukan tiga agenda strategis, yakni penguatan kerja sama kelembagaan, kunjungan institusional ke sejumlah lembaga pendidikan, serta pengabdian dan interaksi dengan masyarakat di Kampung Keriam, Daerah Tutong.
Delegasi Unikarta terdiri atas unsur struktural dan mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya universitas untuk memperluas jejaring akademik, memberikan pengalaman internasional kepada mahasiswa, serta membuka peluang kolaborasi dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.
Salah satu agenda utama adalah penguatan kerja sama kelembagaan antara Unikarta dan Kolej Universiti Perguruan Ugama Seri Begawan (KUPU SB) melalui Memorandum of Understanding (MoU). Kesepahaman tersebut mencakup pengembangan berbagai program kolaboratif antara kedua perguruan tinggi, termasuk dalam bidang pendidikan dan pembelajaran, penelitian, serta pengabdian masyarakat.
Kerja sama tersebut merupakan kerja sama pada tingkat universitas. Rektor Unikarta tetap menjadi pihak yang mewakili Unikarta dalam MoU, sementara delegasi yang berada di Brunei adalah dari FKIP.
“Rektor Prof. Ince Raden dan Ketua Yayasan Kutai Kartanegara (YKK) belum dapat hadir secara langsung dalam agenda di Brunei Darussalam karena adanya kegiatan lain yang tidak dapat ditinggalkan. Meski demikian, kerja sama ini tetap dilanjutkan dan tidak terbatas hanya di FKIP saja, fakultas lain juga bisa,” jelas Wakil Dekan I FKIP Unikarta, Fitri Meisarah, Kamis, 13 Agustus 2026.
Delegasi Unikarta juga melaksanakan kunjungan institusional (institutional visiting) ke sejumlah lembaga pendidikan di Brunei Darussalam, antara lain Sekolah Al-Falaah di Sungai Akar, Sekolah Nusa Jaya di Kampung Keriam, Pusat Bahagia Tutong, serta Joyful Kids Montessori School di Kampung Beribi.
Melalui dialog dan observasi langsung, delegasi memperoleh perspektif komparatif mengenai penyelenggaraan pendidikan di Brunei Darussalam. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bahan refleksi dan referensi bagi pengembangan pembelajaran, penelitian, serta program pengabdian kepada masyarakat di lingkungan FKIP Unikarta.
Pada Senin, 27 Juli 2026, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pengabdian dan interaksi kemasyarakatan di Kampung Keriam, Daerah Tutong. Kegiatan diawali di Masjid Kampung Keriam, tempat delegasi memperoleh penjelasan mengenai pelaksanaan pembayaran Pencen Tua dan Elaun Kebajikan yang saat itu berlangsung. Delegasi juga berkesempatan menyaksikan proses pelayanan kepada masyarakat serta berinteraksi dengan penerima pencen, warga kampung, dan unsur Majlis Perundingan Kampung (MPK) Keriam.
Pertemuan kemudian dilanjutkan bersama unsur Kampung Keriam. Delegasi memperoleh paparan mengenai sejarah, perkembangan, kehidupan sosial, dan potensi Kampung Keriam, termasuk melalui penjelasan Awang Haji Nordin bin Saban dari Majlis Perundingan Kampung Keriam.
Diskusi juga membuka pembicaraan mengenai peluang kegiatan yang dapat dikembangkan Unikarta bersama masyarakat dalam kerangka Tridharma Perguruan Tinggi, terutama di bidang pendidikan, penelitian berbasis kebutuhan lokal, dan pengabdian kepada masyarakat.
Rangkaian kegiatan di Tutong juga mencakup kunjungan ke Pusat Bahagia Tutong untuk mengenal berbagai program pembinaan dan pengembangan keterampilan bagi masyarakat berkebutuhan khusus.
Delegasi selanjutnya melakukan pertemuan dengan Pemangku Pegawai Daerah Tutong sebagai ruang pertukaran informasi mengenai pendidikan, sosial budaya, dan perkembangan masyarakat, sekaligus menjajaki peluang kolaborasi antara Unikarta dengan pemangku kepentingan di Daerah Tutong.
Dekan FKIP Unikarta, Suid Saidi memastikan, keterlibatan unsur struktural dan mahasiswa FKIP dalam kegiatan tersebut, menghadirkan pengalaman internasional secara langsung. Melalui jejaring yang telah terbangun, diharapkan mampu ditindaklanjuti dalam bentuk program pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang konkret dan berkelanjutan.
“Kerja sama internasional tidak berhenti pada kunjungan dan dokumen kerja sama, tetapi berkembang menjadi kolaborasi Tridharma yang nyata dan berdampak,” sebutnya.(Andri)