src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Rapat paripurna DPRD Kukar, mendengarkan pidato Bupati Aulia pada perayaan HUT Kota Tenggarong ke 244 tahun.(Sumber : Andri/Headlinekaltim)
HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG- Kota Tenggarong memasuki usia ke-244 tahun. DPRD Kukar menggelar rapat paripurna agenda mendengarkan pidato Bupati Aulia Rahman Basri sebagai bagian perayaan momen tersebut. Rapat dipimpin langsung Ketua DPRD Ahmad Yani.
Hadir Sultan Kukar Ing Martadipura, Adji Muhammad Arifin, Wabup Rendi Solihin, Sekda Sunggono, Forkopimda dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah(OPD) serta Camat, Lurah/Kades dan Kepala Sekolah.
Bupati Aulia menyebut Kota Tenggarong sebagai etalase wajah Kukar, tolak ukur pemerintahan, layanan masyarakat, budaya dan keramahan ada di Tenggarong. ”Kota Tenggarong harus punya nilai lebih dari 19 kecamatan lainnya di Kukar,” jelasnya.
Kondisi terkini, terang Aulia, kondisi ruang fiskal Kukar mengalami efisiensi. Pemkab ekstra hati-hati menggunakan anggaran pembangunan. Namun, dia menegaskan bahwa efisiensi keuangan bukan berarti semangat pembangunan memudar. Semangat dan kekompakan harus terus diutamakan.
”Pada prinsipnya, kita harus kompak dan bersatu. Kukar pasti kuat. Pembangunan akan memberikan dampak yang besar ke masyarakat,” sebut Bupati.
Dia bersama Wabup Rendi Solihin mengucapkan terima kasih kepada Bupati terdahulu, seperti Syaukani HR, Rita Widyasari hingga Edi Damansyah yang telah membangun pondasi Kukar menjadi lebih baik hingga sekarang ini.
Pada peringatan HUT Kota Tenggarong tahun ini bertema Manunggal Bersama Rakyat, Raja Menjamu Rakyatnya. Pembangunan bukan hanya tugas pemerintah, tapi seberapa kuat pemerintah menjalankan program secara bersama-sama dengan rakyat.
”Saya mengajak pemuda untuk semangat membangun daerah. Pemudalah yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan daerah,” jelasnya.(Andri)