src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Lonjakan COVID-19 Dampak Mudik Terlihat Dalam 1-2 Bulan Mendatang

Lonjakan COVID-19 Dampak Mudik Terlihat Dalam 1-2 Bulan Mendatang

waktu baca 2 menit
Kamis, 20 Mei 2021 20:00 271 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kaltim Andi M Ishak memperkirakan Kaltim akan mengalami gelombang kedua pandemi jika tidak menjaga ketat pergerakan orang keluar-masuk Kaltim.

“Kemungkinan gelombang kedua akan datang, karena kalau lihat pola yang dihadapi negara lain, gelombang kedua itu ada. Bahkan ada yang sampai gelombang ketiga. Beberapa daerah dan negara tetangga kita bahkan sudah lockdown,” tegasnya.

Karena itu, kata dia, kedisiplinan protokol kesehatan jangan sampai dilonggarkan. “Apabila Kaltim tidak menjaga ketat pergerakan orang keluar ke wilayah masing-masing dalam kondisi sehat, itu potensial terjadi (gelombang kedua),” ujarnya usai mengikuti rapat di lantai 2 Kantor Gubernur Kaltim, Kamis 20 Mei 2021.

Untuk mengantisipasi terjadi gelombang lanjutan, Pemprov Kaltim pun telah memperpanjang pemberlakuan PPKM Mikro.

Selain itu, kata dia,  pengetatan orang yang keluar masuk Kaltim juga terus ditingkatkan, termasuk memaksimalkan tes antigen bagi pemudik yang masuk ke Kaltim pascalibur Idulfitri 1442 Hijriah.

“Pengetatan arus perjalanan terutama arus balik untuk mengantisipasi supaya pergerakan orang yang masuk ke Kaltim harus sehat. Makanya rapid antigen betul-betul jadi patokan syarat masuk ke Kaltim, baik jalur laut, udara dan darat. Apalagi mereka dari daerah yang penyebaran tinggi,” terangnya.

Menurutnya, barometer untuk menentukan terjadinya gelombang kedua  dapat dilihat antara 1 hingga 2 bulan ke depan.

“Antisipasi tidak cukup seminggu, bahkan sebulan hingga 2 bulan, itu kalau saya prediksikan. Kita harus antisipasi kalau 2 bulan ini pergerakan  stabil, artinya kita aman dari penularan. Kalau ada peningkatan, perlu antisipasi. Daerah perlu siapkan fasilitas kesehatan,” pesannya.

Soal antisipasi masuknya pemudik asal Kalimantan Selatan (Kalsel) menyusul terkonfirmasinya 1 kasus baru virus COVID-19 varian baru, dia menyebut, Pemprov Kaltim bersama dengan stakeholder terus melakukan pengetatan.

“Kami instruksikan bahwa pengetatan jalur laut dan perbatasan jalur darat, kalau perlu dilakukan antigen. Memang agak berat, apalagi mereka yang datang dari sektor pelabuhan. Karena banyaknya orang, paling tidak di situ ada upaya random pengujian dengan rapid, terutama yang dicurigai,” pungkasnya.

Penulis: Ningsih
Editor: MH Amal

LAINNYA
x