src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Ketua PWI Kukar, Andi Wibowo bersama Plt Diskominfo Kukar, Solihin. (sumber : Andri/Headline)HEADLINEKAKALTIM.CO, TENGGARONG –
Upaya memperkuat hubungan kemitraan antara pemerintah daerah dan insan pers terus dibangun di Kutai Kartanegara (Kukar). Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kukar melakukan audiensi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kukar, pada Selasa 19 Mei 2026.
Pertemuan yang berlangsung hangat itu menjadi ruang diskusi antara pengurus PWI Kukar dan jajaran Diskominfo terkait penguatan sinergi dan peningkatan kompetensi wartawan.
Ketua PWI Kukar, Andi Wibowo menegaskan audiensi tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat kolaborasi antara insan pers dan pemerintah daerah, khususnya dalam penyebarluasan informasi kepada masyarakat.
“Audiensi ini kami anggap sangat penting sebagai bagian untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi antara PWI dan Diskominfo,” katanya.
Ia menyebut, di tengah keterbukaan informasi saat ini, media memiliki tanggung jawab besar dalam menghadirkan informasi yang akurat, edukatif dan bertanggung jawab kepada publik.
“Kami menyadari bahwa peran media dan Diskominfo sangat penting dalam memberikan informasi kepada masyarakat yang akurat dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Andi juga memaparkan sejumlah program kerja PWI Kukar yang diharapkan dapat disinergikan dengan pemerintah daerah, mulai dari bidang organisasi, pendidikan, olahraga wartawan, advokasi, kesejahteraan, hingga komunikasi dan kemitraan.
Salah satu program yang menjadi perhatian utama ialah pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) sebagai upaya meningkatkan kualitas dan profesionalisme jurnalis di Kukar.
“Kami berharap teman-teman wartawan yang belum mengikuti UKW nantinya bisa didorong untuk mengikuti uji kompetensi wartawan,” jelasnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Diskominfo Kukar, Solihin menyampaikan apresiasi terhadap kepengurusan baru PWI Kukar yang dinilai lebih aktif dan mulai membawa berbagai perubahan positif dalam membangun komunikasi dengan pemerintah daerah.
“Saya lihat kepengurusan baru ini, lebih aktif dan ada banyak perubahan. Seharusnya memang dari kemarin-kemarin kita sudah membawa program kerja bersama, karena nanti hasilnya akan kita nikmati bersama,” ujarnya.
Ia berharap, melalui audiensi tersebut, berbagai persoalan komunikasi maupun miskomunikasi yang selama ini terjadi dapat diselesaikan melalui dialog terbuka.
“Mudah-mudahan momentum hari ini menjadi langkah yang baik bagi kita semua agar ke depan tidak lagi terjadi miskomunikasi,” ucapnya.
Solihin menyampaikan, jika PWI punya program kerja yang perlu dikolaborasikan, silahkan disampaikan ke Diskominfo, dan akan dibahas bersama-sama terkait penganggarannya.
”Memang tahun ini sedang efisiensi anggaran. Tahun-tahun sebelumnya, anggaran Kukar masih besar, tidak terkomunikasikan secara jelas ke kami,” tuturnya.(Andri)