src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> PT MGRM Beberkan Untung Rugi Pengelolaan PI 10 Persen di Kampus Unikarta

PT MGRM Beberkan Untung Rugi Pengelolaan PI 10 Persen di Kampus Unikarta

3 minutes reading
Thursday, 21 May 2026 17:34 3 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Mahasiswa Fisipol Unikarta mendapat tambahan wawasan mengenai pengelolaan PI 10 persen dalam sektor migas melalui dialog publik bertajuk “PI 10 Persen Antara Hak dan Kewajiban” yang digelar di Tenggarong, Kamis 21 Mei 2026. Kegiatan ini menghadirkan Direktur Utama PT Mahakam Gerbang Raja Migas (MGRM), Efri Novianto, sebagai narasumber utama.

Dialog publik tersebut diikuti mahasiswa Program Studi Kebijakan Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) Unikarta.  Mereka diberikan pemahaman mengenai perbedaan antara PI 10 persen dengan skema bagi hasil migas yang selama ini kerap disalahartikan oleh masyarakat.

Efri Novianto menjelaskan, masih banyak pihak yang belum memahami bahwa Participating Interest atau PI 10 persen berbeda dengan dana bagi hasil.

Menurutnya, PI merupakan hak partisipasi daerah dalam pengelolaan blok migas yang memiliki mekanisme tersendiri dalam pembagian keuntungan. “Masih ada yang belum mengetahui, antara PI dan bagi hasil suatu hal yang beda,” ujarnya.

Dalam paparannya, Efri menyebut PT MGRM saat ini mengelola dana PI dari Blok Mahakam dan Blok Sanga-Sanga. Karena adanya mekanisme pembagian hasil dalam pengelolaan PI 10 persen, perusahaan daerah tidak bisa bergerak terlalu cepat dalam menjalankan berbagai ekspansi usaha.

Selain mengelola PI 10 persen, PT MGRM juga memiliki sejumlah lini bisnis lain guna memperkuat kemandirian perusahaan daerah. Salah satunya melalui pengelolaan link terminal di Cilegon hingga jasa penyewaan kendaraan operasional kepada sejumlah mitra kerja, termasuk Pertamina. “Kami punya link terminal di Cilegon, serta sewa mobil yang kita tawarkan ke mitra kerja seperti Pertamina, keuntungan untuk tambahan biaya produksi,” jelasnya.

Efri juga mengungkapkan tantangan pengelolaan PI 10 persen saat ini berbeda dibanding beberapa tahun lalu. Menurutnya, produksi migas di sejumlah sumur yang kini dikelola Pertamina mengalami penurunan karena sebagian besar sudah masuk kategori sumur tua.

Meski demikian, PT MGRM tetap berupaya memperkuat kemandirian perusahaan agar tidak terus bergantung pada pendapatan PI 10 persen dari sektor migas. “Minimal kita bisa mandiri dan bertahan sampai 15 tahun ke depan tanpa PI,” tegasnya.

Dalam dialog publik tersebut, Efri turut menekankan pentingnya dukungan seluruh pihak, termasuk pemegang saham, agar perusahaan daerah dapat berkembang secara sehat dan berkelanjutan.

Ia menyebut pada tahun 2025 PT MGRM berhasil mencatatkan keuntungan hingga Rp47 miliar. Keuntungan tersebut diharapkan dapat memberi dampak nyata terhadap pembangunan di Kutai Kartanegara, termasuk sektor pendidikan.

<span;>PT MGRM, lanjutnya, juga berkomitmen menyalurkan program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR secara tepat sasaran. Salah satu fokus yang saat ini didorong ialah pengembangan pendidikan di Kukar melalui bantuan beasiswa.

“Perusahaan ingin menyalurkan CSR tepat sasaran, untuk pengembangan pendidikan di Kukar. Seperti pemberian beasiswa pendidikan untuk dosen Unikarta,” pungkasnya. (Andri)

LAINNYA
x