src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Aksi massa di depan Kantor Gubernur Kaltim. (ml)HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA — Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim kembali menggelar aksi pada Kamis (21 Meei 2026. Kali ini, mereka mendesak agar Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menyetujui pengajuan hak angket dan menginstruksikan Fraksi Golkar DPRD Kaltim untuk menyetujui agenda ini. Rudi bahkan dituntut meletakkan jabatannya jika menolak tuntutan massa bertajuk ‘Aksi 215’ itu. Koordinator lapangan aksi, Jovan mengatakan, massa ingin bertemu langsung dengan Rudy Mas’ud. Namun, hingga aksi berlangsung, tak ada informasi bahwa sang Gubernur siap menemui massa aksi di depan kantornya. “Beberapa hari sebelumnya beliau menemui massa aksi, tapi hari ini tidak,” ujarnya di sela aksi.
Ia menyebut, sebelumnya aksi diperkirakan diikuti sekitar 3.500 orang. Namun, massa yang hadir di lokasi diperkirakan hanya berkisar 500 hingga 700 peserta. Massa datang sebagai respons atas berubahnya arah sikap Fraksi Golkar DPRD Kaltim terkait usulan hak angket. Sebab dalam aksi 214 Jilid I di DPRD Kaltim, Golkar disebut sempat menyetujui hak angket melalui penandatanganan pakta integritas. “Nah, yang kami pertanyakan kenapa sekarang berubah menjadi hak interpelasi. Itu yang membuat kami datang lagi hari ini,” katanya.
Jovan menilai Rudy Mas’ud selaku Ketua DPD Partai Golkar Kaltim memiliki pengaruh besar terhadap sikap politik Fraksi Golkar di Karang Paci. Oleh karena itu, massa mendesak Rudy menginstruksikan agar Fraksi Beringin menandatangani berita acara dukungan terhadap hak angket. “Kalau memang tidak ada masalah dan merasa benar, harusnya tidak takut mendukung hak angket,” tegasnya.
Ia juga menyebut, apabila sejak awal Gubernur maupun Fraksi Golkar memberikan respons cepat terhadap tuntutan massa, aksi lanjutan kemungkinan tidak akan kembali terjadi. “Kalau dari awal ada respons cepat dan Golkar tetap mendukung hak angket, mungkin hari ini tidak ada aksi lagi,” ujarnya.
Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim mengancam bakal kembali turun dengan jumlah massa lebih besar apabila tuntutan mereka tetap tidak mendapat jawaban. “Kalau hari ini belum ada jawaban, kami akan lanjut lagi dengan massa yang lebih besar,” pungkasnya. (ml)