24.9 C
Samarinda
Monday, October 18, 2021

Tak Dibolehkan KKN, Mahasiswa UNU Kaltim Gelar Aksi Unjuk Rasa

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Aliansi Solidaritas Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kalimantan Timur menggelar demonstrasi pada Kamis 7 Oktober 2021. Aksi ini menuntut kejelasan nasib 15 mahasiswa UNU Kaltim asal Kutai Timur (Kutim) angkatan 2018 yang mendapat penundaan untuk menjalankan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Aksi digelar di Kampus UNU Kaltim Jalan KH. Harun Nafsi, Kelurahan Rapak Dalam Kecamatan Loa Janan Kota Samarinda.

Menurut koordinator aksi, Adam, penundaan KKN yang dijatuhkan kepada 15 Mahasiswa asal Kutim tersebut dinilai tanpa alasan yang objektif serta tanpa batas waktu yang jelas.

“Penundaan ini mendiskriminasi kami, juga tidak objektif. Terlebih tidak adanya batasan waktu atas penundaan KKN kami, membuat kami semakin bingung. Padahal kami telah membayar uang pangkal,” bebernya.

15 nama mahasiswa asal Kutim tersebut masing-masing  M. Adhamsyah Putra, Rince Tatik Juanita, Risma Oviantari, Yoaclina Lusitiana, Febronia Yerlina, Hironimus Donda Oro, Syerina Adelia, Santi Kartika, Nurifani Amini, Jihan Auliyana, Selviana Rais, Renaldha Janu Erga, Citra Lestari, Imam Firmansyah, Adam Alfarizy.

Saat aksi berlangsung, tak ada perwakilan kampus yang memenuhi permintaan audiensi dari mahasiswa guna menemukan solusi atas nasib mereka. “Kami menunggu hingga siang hari, tetapi tidak satupun perwakilan kampus mau menemui kami untuk audiensi,” tukasnya.

Dia menduga, penundaan KKN ini ada kaitannya dengan aksi sebelumnya oleh 15 mahasiswa asal Kutim yang sebelumnya menuntut transparansi pencairan beasiswa Kabupaten Kutai Timur kepada pihak Rektorat. “Ini diskriminatif terhadap kami jika tidak ada alasan yang objektif, artinya berhubungan dengan aktivitas kami kemarin yang mendorong transparansi beasiswa,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNU Kaltim Siti Supriyatun menyatakan dukungannya terhadap aksi mahasiswa yang menghadapi penundaan KKN.  “Kami tetap ikut menyuarakan hak mereka,” katanya saat dihubungi media ini.

Dia menjelaskan, ke-15 mahasiswa tersebut mengalami penundaan KKN sebab terlambat membayar uang pangkal. “Alasan kenapa tidak bisa mengikuti KKN karena salah satu persyaratannya harus melunasi biaya SPP semester 1 sampai dengan semester 6. Mengingat mahasiswa Kutim tersebut baru membayarkan biaya SPP pada tanggal 12 Agustus 2021. Sedangkan batas akhir persyaratan KKN tanggal 30 Juli 2021. KKN dimulai pada tanggal tanggal 2 Agustus 2021,” bebernya.

BEM UNU Kaltim, lanjut dia, turut berupaya mencari solusi agar 15 mahasiswa Kutim dapat segera mengikuti KKN. “Pada tanggal 6 Oktober 2021, kami melakukan silaturahmi bersama Rektor UNU Kaltim untuk memberikan solusi apabila KKN tidak diadakan tahun ini, kami memohon kebijakan untuk keputusan KKN angkatan 2018 diajukan memasuki semester ganjil 2021/2022 paling lambat bulan November bersama angkatan 2019,” pungkasnya.

Media ini berupaya menghubungi Humas UNU Kaltim Rudi. Namun, Ponselnya tidak aktif. Hingga berita ini ditulis, headlinekaltim.co masih berupaya menghubungi pihak terkait di UNU Kaltim.

Penulis: Erick

Editor: MH Amal

Komentar
- Advertisement -

LIHAT JUGA

- Advertisement -

TERBARU