src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Anjlok Pendapatan Imbas COVID-19, BUMDes Tunas Harapan Perjiwa Mulai Bangkit

Anjlok Pendapatan Imbas COVID-19, BUMDes Tunas Harapan Perjiwa Mulai Bangkit

2 minutes reading
Wednesday, 17 Nov 2021 13:52 378 Muhammad Yamin

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Meski miliki beragam usaha, BUMDes Tunas Harapan milik Desa Perjiwa Kecamatan Tenggarong Seberang, harus menelan pil pahit tidak terima keuntungan selama hampir 2 tahun, karena pandemi COVID-19. Syukurnya Kukar sudah masuk PPKM level 1, usaha BUMDes Perjiwa kini mulai jalan lagi.

“Selama pandemi COVID-19, BUMDes kita tidak peroleh keuntungan sama sekali,” ucap Kades Perjiwa, Erik Nur Wahyudi, kepada Headlinekaltim.co kemarin.

Usaha yang dijalankan BUMDes Tunas Harapan Perjiwa, meliputi salon kecantikan, jasa sewa tenda tempat acara besar dan sekaligus juga jasa sewa alat musik. Belum lama ini sudah ada pihak yang menyewa tenda dan usaha tersebut.

“Infonya sudah ada yang sewa dari Muara Muntai dan Kutai Barat, ini patut kita syukuri, semoga kedepannya semakin banyak yang memakai tenda dan electone milik BUMDes,” papar Erik.

Selain usaha penyewaan tenda dan elektune, BUMDes juga mulai melirik usaha lainnya, seperti pengembangan sektor pariwisata Danau Eks Tambang Batu Bara. Ini pihaknya akan coba pengembangan pariwisata di lahan eks tambang, dirinya akan intens lakukan koordinasi ke Dinas Periwisata Kabupaten.

“Ini jalan menuju danau di RT 5 sedang diperbaiki, jika sudah selesai, maka akan dimulai pengembangan pariwisatanya, ” sebutnya.

Untuk pengembangan usaha pertanian di desanya masih sangat kecil, dan kedepannya akan dilakukan pengembangan lagi, karena sudah ada bantuan alat pertanian dari Pemerintah pusat melalui Kementerian pertanian, dan akan ada upaya lagi, mencari cela agar masyarakat bisa mendapatkan bantuan pertanian.

“Masyarakat kami sempat tidak mendapatkan bantuan jatah pupuk bersubsidi, sehingga petani tidak bersemangat lagi, ini akan terus kita motovasi lagi agar mau bertani, ” katanya.

Sebelum sudah dicoba pengembangan usaha rekreasi air terjun, namun lokasinya masih milik pribadi masyarakat, sehingga sulit untuk dikembangkan oleh BUMDes.

“Jika pemilik lokasi air terjun mau dikelola BUMDes, bisa saja dikelola, dengan perjanjian berbagi keuntungan antara kedua belah pihak, ” ujarnya. (ADV)

banner pemkab berau baru
LAINNYA
x