src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Agus Uriansyah Soroti Pengelolaan Pariwisata, Mulai dari Tarif hingga Fasilitas Pengunjung

Agus Uriansyah Soroti Pengelolaan Pariwisata, Mulai dari Tarif hingga Fasilitas Pengunjung

2 minutes reading
Friday, 13 Mar 2026 16:06 46 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Anggota Komisi II DPRD Berau, Agus Uriansyah, menyoroti pengelolaan sektor pariwisata yang dinilai masih perlu banyak pembenahan, terutama terkait fasilitas bagi pengunjung dan kejelasan tarif di kawasan wisata di Bumi Batiwakkal.

Menurutnya, persoalan sederhana seperti parkir hingga biaya transportasi di lokasi wisata masih kerap menjadi keluhan masyarakat. Ia mencontohkan kondisi di beberapa objek wisata yang sudah memiliki area parkir, namun pengunjung masih harus berjalan cukup jauh atau menggunakan kendaraan lain untuk mencapai lokasi tujuan.

“Kadang pengunjung harus parkir dulu, lalu berjalan lagi atau menggunakan kendaraan lain untuk menuju lokasi. Hal-hal seperti ini sebenarnya perlu ditata lebih baik agar pengunjung merasa nyaman,” ujarnya.

Selain itu, Agus juga menyoroti persoalan tarif transportasi yang dinilai belum memiliki kejelasan. Ia mengungkapkan, sering kali terdapat perbedaan informasi terkait biaya yang harus dibayarkan pengunjung.

“Kami waktu itu berangkat beberapa ira menggunakan speed boat, ada yang bilang Rp600.000, tapi kadang disebut Rp700.000. Hal-hal seperti ini perlu ada kejelasan. Apalagi pengunjung sudah membayar, tentu mereka ingin pelayanan yang jelas dan transparan,” katanya.

Ia menegaskan bahwa sektor pariwisata merupakan salah satu potensi pendapatan daerah yang harus dikelola secara serius. Karena itu, pemerintah daerah diminta tidak hanya sebatas menyampaikan wacana pengembangan, tetapi juga memastikan pengelolaan di lapangan berjalan baik. “Pariwisata ini bisa menjadi sumber pendapatan daerah yang besar, sehingga pengelolaannya harus benar-benar diperhatikan,” tegasnya.

Politikus Partai Perindo ini juga menilai pengembangan pariwisata tidak cukup hanya mengandalkan keindahan alam, tetapi perlu disertai inovasi agar wisatawan memiliki banyak aktivitas yang bisa dinikmati. Ia mencontohkan, di beberapa destinasi wisata pada malam hari masih minim hiburan bagi pengunjung. Padahal, menurutnya banyak potensi kesenian dan kreativitas masyarakat daerah yang bisa ditampilkan. “Misalnya ada pertunjukan seni daerah, musik, atau karya-karya kreatif masyarakat yang ditampilkan secara rutin. Jadi wisatawan yang datang tidak hanya menikmati pemandangan, tapi juga ada hiburan yang bisa mereka lihat,” jelasnya.

Selain itu, ia juga mendorong penataan kawasan kuliner di sekitar objek wisata agar pengunjung lebih mudah menikmati berbagai pilihan makanan dalam satu area.“Kalau kawasan kulinernya ditata, pengunjung bisa duduk di satu tempat sambil menikmati berbagai pilihan makanan dari pedagang yang ada. Ini juga bisa membantu meningkatkan ekonomi masyarakat,” pungkasnya. (Adv47/Riska)

 

WhatsApp
Berita Terkini, Ikuti Saluran WhatsApp headlinekaltim.co

Gabung

banner pemkab berau baru
LAINNYA
x