23.2 C
Samarinda
Thursday, July 18, 2024

Penularan Tinggi, APD dan Barang Penanganan COVID-19 Diprioritaskan untuk Kutim dan Kukar

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Gelombang kedua pengiriman barang untuk penanganan COVID-19 untuk Provinsi Kaltim senilai total Rp 9,5 miliar terakhir diterima hari ini, Jumat 18 Desember 2020.

“Insyaallah hari ini akan tiba lagi peralatan APD yang akan diterbangkan dari Jakarta. Kita kerjasama dengan pusat untuk pengadaan alat ini dengan anggaran yang disesuaikan di Provinsi,” ucap Kepala BPBD Kaltim Yudha Pranoto, Jumat pagi.

Yudha Pranoto merincikan paket barang penanganan COVID-19 yang diterima hari ini, sama dengan paket yang diterima langsung oleh Gubernur Kaltim Isran Noor pada Kamis kemarin.

Diantaranya vitamin, Coveral Asmat APD (alat pelindung diri) yang keseluruhan barang tersebut telah mendapat lisensi dari BNPB.

“Mengingat sekarang banyak orang yang berjualan alat COVID-19, tapi untuk keasliannya dan sebagainya, kita tidak berani sembrono menentukan. Tapi kita harus koordinasi dengan Kemenkes dan BNPB, kalau ada lisensi dari dua Badan ini, baru kita bisa mengadakan alat yang dimaksud,” terang Yudha Pranoto.

Pengadaan barang penanganan COVID-19 untuk Provinsi Kaltim ini adalah murni dari Pemerintah Provinsi Kaltim.

“Kita setiap SKPD diberi anggaran Gubernur untuk menangani COVID-19. Kebetulan dari BPBD, pagu (alokasi anggaran,Red) yang harus kami belanjakan total dananya Rp 9,5 miliar,” beber Yudha Pranoto.

Selanjutnya seluruh barang penanganan COVID-19 yang diterima akan didistribusikan ke 10 kabupaten/kota se-Kaltim. Sedangkan jumlahnya menyesuaikan kebutuhan masing-masing tingkat kerawanan penyebaran COVID-19 di daerah.

“Alat ini akan kita hitung, mana-mana menyesuaikan daerah yang berpotensi tinggi penularan terutama di Kutai Timur dan Kukar karena masih masuk kriteria wilayah parah. Kalau Samarinda sudah mulai menurun,” lanjut dia.

Tahun 2021 mendatang, Yudha Pranoto menyebut anggaran penanganan COVID-19 untuk Provinsi Kaltim berkurang 50 persen. Anggaran tersebut akan diambilkan dari biaya tidak terduga sebesar Rp 200 miliar.

“Pak Gubernur selalu berkomitmen kuat bagaimana COVID-19 ini bisa lepas dari Kaltim. Kalau saya tidak salah, anggaran BTT tahun akan datang digelontorkan lagi, tapi tidak sebesar yang pertama (tahun 2020). Kalau yang pertama sekitar Rp 500 miliar, kalau yang ini Rp 200 miliar,” pungkasnya.

Penulis : Ningsih

Editor: Amin

- Advertisement -

LIHAT JUGA

- Advertisement -

TERBARU

POPULER