src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Ilustrasi tumpukan sampah. (Foto: istimewa) HEADLINEKALTIM.CO, SANGATTA – Meraih Piala Adipura Kategori Kota Kecil dari Kementerian Lingkungan Hidup pada tahun 2013 lalu, tidak berarti persoalan sampah di Kutai Timur selesai.
Memasuki minggu kedua Februari 2021, perihal sampah menjadi perhatian penuh Pemkab Kutim . Tumpukan sampah di sejumlah titik menyebabkan wajah kota menjadi tidak cantik, selain bau tak sedap menguar.
Sekretaris Kabupaten H Irawansyah menerangkan, persoalan sampah yang tak terangkut akibat kerusakan sejumlah truk pengangkut. “Solusi pertama adalah pengadaan truk pengangkut sampah. Agar supaya sampah yang telah diangkut kendaraan roda tiga, dapat diangkut lagi ke Tempat Pembuangan Akhir,” jelasnya.
Jika solusi pengadaan belum dapat dilakukan, Pemkab Kutim mencoba menyewa satu hingga dua unit truk untuk mengangkut sampah. Sembari menunggu hasil pengadaan unit truk.
“Yang terpenting bagaimana dukungan penuh masyarakat di Sangatta terutama mematuhi Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2012 tentang pengelolaan sampah. Kepada seluruh masyarakat agar membuang sampah pada jam yang telah ditentukan,” tegas Irawansyah.
Penulis: R.J Warsa
Editor: MH Amal