27.2 C
Samarinda
Kamis, Juli 29, 2021

Parpol Pengusung Edi-Rendi Pertanyakan Gerakan Kotak Kosong, Ini Jawaban KPU

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Gerah dengan gerakan kampanye kotak kosong yang mulai gencar di masyarakat, pengurus Parpol pengusung bakal pasangan calon Edi Damansyah-Rendi Solihin mempertanyakan soal aturan terkait hal ini kepada KPU Kutai Kartanegara.

“Kami miris, dengan merebaknya kampanye kolom atau kotak kosong di medsos, bahkan gerakan tersebut memberanikan diri akan membentuk posko pemenangan kotak kosong. Apakah ada aturan yang menjelaskan boleh mengkampanyekan kotak kosong?” ucap Wakil Ketua Bidang Komunikasi Politik PDIP Kukar, Andi Setyawan, saat Rapat Koordinasi (Rakor) persiapan tahapan kampanye Pilkada Kukar, Selasa 22 September 2020 siang di Hotel Grand Elty Tenggarong.

Pertanyaan senada juga disampaikan Sekretaris Nasdem Kukar Arifani. Menurutnya, kelompok atau gerakan kampanye kotak kosong bukan peserta Pemilu. Namun, kelompok tersebut gencar berkampanye.

Sementara, pihaknya yang resmi sebagai peserta pemilu dihadapkan pada aturan-aturan yang melekat dengan sanksi atau ancaman hukuman. “Jika gerakan kampanye kotak kosong dibiarkan, maka khawatir mengganggu aktivitas kami karena resmi memiliki calon di Pilkada,” singgung Arifani.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Ketua KPU Kukar Erlyando Saputera mengatakan tidak ada aturan spesifik tentang gerakan mengkampanyekan kotak kosong.

“Belum ada aturan yang mengatur larangan kampanye kotak kosong, yang dilarang adalah kampanye hitam, menjelekkan calon lain dengan menyinggung unsur SARA atau pribadi. Kalau ini ada regulasinya yang sudah sangat jelas, ” ucapnya.

Pria yang akrab disapan Nando ini menambahkan, pada Pilkada Kukar hanya diikuti calon tunggal bersanding dengan kotak kosong, ranahnya adalah setuju atau tidak setuju.

Jika senang dengan visi dan misi pasangan calon, berarti pemilih setuju dan akan mencoblosnya. Sebaliknya, jika tidak senang dengan visi dan misi paslon, maka pemilih setuju dengan kolom kosong.

“Nantinya, tidak ada debat visi dan misi, karena hanya diikuti satu paslon saja, yang ada hanya pendalaman visi dan misi paslon dengan kalangan akademisi dan profesional,” jelasnya.

Penulis: Andri

Komentar

- Advertisement -spot_img

LIHAT JUGA

- Advertisement -spot_img

TERBARU

spot_img
Komentar