src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Mahasiswa yang berdemo di DPRD Kukar. (Andri) HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG– Sebanyak 15 orang mahasiswa asal Samarinda mengatasnamakan Gerakan Mahasiswa Satu Bangsa (Gemasaba) melakukan demonstrasi di halaman gedung DPRD Kukar.
Mereka menuntut kejelasan proses Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPRD Kukar dari PKB.
“Kami menuntut kepada Ketua DPRD Kukar Abdul Rasid untuk segera memproses PAW anggota legislatif asal PKB yang sudah jelas pindah partai,” sebut koordinator aksi Ruben, Rabu 16 Agustus 2023, saat orasi.
Ruben menyebut, sosok Hamdiah anggota DPRD dapil Loa Kulu-Loa Janan sudah sangat jelas pindah partai ke Nasdem. Ada juga Suyono, legislator dapil Marang Kayu, Muara Badak dan Sangasanga, yang pindah partai ke Golkar.
“Padahal surat permohonan PAW, sudah masuk ke sekretariat DPRD Kukar yang ditandatangani oleh Ketua PKB Kukar Eko Wulandanu,” tegas Ruben.
Rupanya, yang menghadapi massa Gemasaba adalah Wakil Ketua DPRD Kukar Siswo Cahyono yang juga kader PKB Kukar.
Dia menilai massa tersebut salah alamat berdemo ke DPRD Kukar.
“Kalian mahasiswa asal Samarinda, ber-KTP Samarinda, salah alamat jika demo ke DPRD Kukar, apalagi mencampuri urusan partai kami,” ucap Siswo dengan nada lantang.
Siswo menegaskan masih menjadi kader PKB, termasuk anggota DPRD lainnya, seperti Hamdiah dan Sarpin masih tetap aktif di PKB. Hanya Suyono yang pindah partai ke Golkar.
“Kami bertiga masih tercatat sebagai kader PKB Kukar dan tidak pindah partai,” tegasnya.
Ketua Ikatan Pecak Silat Indonesia (IPSI) Kukar ini menyayangkan ada mahasiswa asal Samarinda yang berdemo mengurusi PKB Kukar.
“Seharusnya yang datang ke sini Ketua PKB kubu Eko Wulandanu, jadi bisa berdiskusi dengan terbuka dan santun,” sebutnya.
DIMINTAI KTP
Saat demo berlangsung, Siswo menawarkan kepada para mahasiswa untuk bertemu di ruang Banmus. Syaratnya, menunjukkan KTP Kukar kepada petugas keamanan yang berjaga di sekretariat DPRD.
“Silahkan tunjukan KTP Kukar, nanti kita hearing di dalam ruangan,” ungkapnya.
Siswo yang didampingi Hamdiah dan Sarpin menunggu sekitar 15 menit di ruang Banmus. Namun, tidak ada pendemo dari Gemaseba yang naik ke ruangan itu.
“Kami tunggu kok tidak ada yang naik juga, berarti dugaan saya benar, mahasiswa yang demo itu warga Samarinda,” sebutnya.
Lontaran Siswo ditanggapi koordinator aksi Gemasaba, Ruben yang menyayangkan sikap Wakil Ketua DPRD Kukar tersebut.
“Kami bagian dari bangsa Indonesia, kenapa kami tidak boleh berdemo di Kukar?” cetus Ruben memegang mikrofon.
Sempat 15 menit lanjutkan orasi, akhirnya massa dari Gemaseba membubarkan diri secara tertib dikawal aparat Polres Kukar.(Andri)