25.1 C
Samarinda
Saturday, July 2, 2022

Ketua-Sekretaris PAN Kukar Tak Datang, AYL-Suko Hanya Orasi di Depan KPU

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Memenuhi janjinya untuk melengkapi kekurangan syarat pencalonan di Pilkada 2020, bakal pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kutai Kartanegara Awang Yakoub Luthman (AYL)-Suko Buono tiba di sekretariat KPU Kutai Kartanegara, Minggu 6 September 2020.

Meskipun berniat mendaftar kembali ke KPU sebagai pasangan calon, AYL-Suko akhirnya hanya hadir di pintu gerbang dan berorasi di hadaPAN ratusan pendukungnya.

Sebab, meski mengklaim membawa SK B1-KWK asli dari DPP PAN, mereka tak disertai pengurus Parpol pengusung.

AYL mengatakan, jika dirinya bersama Suko Buono kembali mendaftar tanpa kehadiran Ketua dan Sekretaris PAN Kukar, Supriyadi dan Aini Farida, akan sia-sia juga.

Pasangan ini kemudian memutuskan menunggu kehadiran Supriyadi dan Aini untuk mendaftarkan ke KPU Kutai Kartanegara.

“”Kami mendapatkan kabar dari Ketua PAN Kaltim Pak Darlis, Supriyadi dan Aini Farida bakal hadir saat pendaftaran kami. Ternyata tidak hadir juga yang bersangkutan,” ujar AYL didampingi Suko.

AYL mengklaim, persyaratan lainnya sudah lengkap. Dia mempersoalkan dukungan SK B1-KWK dari DPP PAN yang menurut dia sudah sah untuk dirinya dan Suko.

Ditegaskannya, SK B1-KWK dari PAN yang dibawa adalah dokumen asli mengusung mereka di Pilkada Kukar. Namun, kata dia, ada intrik politik yang kurang sehat hingga salinan SK B1-KWK PAN mendukung kubu Edi Damansyah-Rendi Solihin.

“SK B1-KWK kami sudah benar, jika mau ditarik, harus dikonfirmasi dulu. Kami sudah mengikuti prosedur dan tahapan yang diminta PAN, kewajiban kami sudah dilaksanakan. Hak kami di PKB dan PAN jangan diganggu lah, ” tegas AYL.

Mantan Ketua DPRD Kukar ini sempat meminta kepada KPU Kukar untuk menghadirkan Supriyadi dan Aini Farida sebagai dua orang yang bertanggung jawab terhadap pendaftaran mereka.

“Kami ini memberikan pembelajaran dengan baik dan santun, tanpa rekayasa politik yang merugikan satu sama lainnya, ” pungkasnya.

Soal ini, Ketua KPU Kutai Kartanegara Erlyando Saputera kembali menegaskan, lembaganya membuka kepada siapa saja yang ingin mendaftar sebagai calon kepala daerah sepanjang persyaratan pencalonan dan syarat calon sudah lengkap.

“”Sepanjang pasangan AYL-Suko diantar oleh Ketua dan Sekretaris PAN Kukar yang terdaftar di Sipol, Supriyadi dan Aini Farida, kami siap terima berkas pendaftaran AYL-Suko, ” ucap Nando.

Langkah selanjutnya yang akan diambil KPU, kata dia, jika hanya satu paslon saja yang mendaftar hingga 6 September 2020, maka akan ada perpanjangan masa pendaftaran.

“Akan ada sosialisasi lagi di tingkat Parpol, bahwa akan ada masa pendaftaran kedua, karena yang pertama hanya diikuti satu paslon saja. Kita perhitungkan masa pendaftaran kedua juga berlangsung selama tiga hari, ” pungkasnya.

Seperti diketahui, AYL-Suko awalnya didukung oleh PKB dan PAN di Pilkada Kukar. Dua parpol ini masing-masing memiliki lima kursi di DPRD Kukar. Sehingga bapaslon ini mempunyai dukungan yang cukup untuk mendaftar di KPU.

Belakangan, PAN mengalihkan dukungan ke pasangan Edi Damansyah dan Rendi Solihin.
Sebuah surat yang bertanggal 3 Juli 2020 dan sempat beredar luas, berisi DPP PAN mencabut SK sebelumnya bertanggal 15 Juni 2020 kepada AYL-Suko.

Itu artinya, AYL-Suko hanya punya kekuatan 5 kursi dari PKB. Syarat untuk mendaftar sebagai pasangan calon adalah 9 kursi.

Sementara, kubu Edi-Rendi, saat mendaftar Jumat 4 September 2020, membawa SK B1-KWK dari 9 partai pengusung yakni Golkar, PDI Perjuangan, Gerindra, PAN, PKS, Nasdem, PPP, Hanura dan Perindo, dengan jumlah 40 kursi.

Pada saat yang bersamaan, PKB pemilik 5 kursi sisa juga memberikan dukungan dengan memberikan Surat Keputusan (SK) dukungan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB yang dibawa Dewan Syuro PKB Kukar.

Penulis: Andri

 

 

Komentar
- Advertisement -

LIHAT JUGA

- Advertisement -

TERBARU