src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Kades Benua Puhun, Ardinansyah.(Sumber : Istimewa/VivaBorneo)HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Wacana bergabungnya Desa Benua Puhun ke Kecamatan Muara Kaman Darat kembali mencuat di tengah belum tercapainya kesepakatan terkait keikutsertaan Desa Sedulang dalam rencana pemekaran kecamatan di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Namun, Pemerintah Desa Benua Puhun menegaskan belum memiliki kesiapan untuk bergabung dengan kecamatan baru tersebut.
Kepala Desa Benua Puhun, H. Ardinansyah, mengatakan hingga saat ini desanya masih berkomitmen menjadi bagian dari Kecamatan Muara Kaman sebagai kecamatan induk. “Kami belum tentu siap bergabung ke kecamatan baru,” ujar Ardinansyah, Kamis (2/7/2026).
Ia menjelaskan, sejak awal pembahasan pemekaran dan penyusunan kajian akademik, Desa Benua Puhun memang tidak termasuk dalam daftar 10 desa yang direncanakan bergabung membentuk Kecamatan Muara Kaman Darat.
Karena itu, menurutnya, tidak ada dasar yang mengharuskan Benua Puhun berpindah dari kecamatan induk.
“Kami tetap bergabung di kecamatan induk, sejak awal saat isu pemekaran dan pembentukan Kecamatan Muara Kaman Darat,” tegasnya.
Ardinansyah menambahkan, keputusan sebuah desa untuk bergabung ke wilayah administrasi baru tidak dapat ditentukan hanya oleh kepala desa. Namun, harus melalui kesepakatan bersama seluruh unsur masyarakat.
Menurutnya, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, hingga perwakilan warga harus dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan agar memiliki legitimasi yang kuat.
“Penggabungan desa bukan hanya keinginan pribadi kepala desa, tetapi harus melalui kesepakatan bersama masyarakat. Sampai saat ini isu pemekaran juga belum dibahas di tingkat masyarakat,” jelasnya.
Camat Muara Kaman, Nadi Baswan, mengungkapkan komunikasi dengan Pemerintah Desa Sedulang masih terus dilakukan untuk mencari titik temu terkait rencana pembentukan Kecamatan Muara Kaman Darat.
Ia menyebut salah satu kendala utama adalah keinginan Desa Sedulang agar ditetapkan sebagai ibu kota kecamatan hasil pemekaran. Akibbatnya, sempat muncul opsi mencari desa pengganti, termasuk Desa Benua Puhun.
“Masih ada pembicaraan lanjutan dengan Pemdes Sedulang yang sampai saat ini belum menemukan titik temu. Selain itu, pembangunan di Desa Sedulang juga masih terbilang minim. Semoga persoalan ini segera mendapatkan solusi,” kata Nadi.
Hingga berita ini ditulis, Kepala Desa Sedulang, Feriansyah, belum memberikan tanggapan. Upaya konfirmasi melalui sambungan telepon maupun pesan WhatsApp belum mendapat respons. (Andri)