src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> MKKS SMP Kukar Bahas Kurikulum Adaptif, Perkuat Karakter dan Literasi Siswa Jelang Tahun Ajaran Baru

MKKS SMP Kukar Bahas Kurikulum Adaptif, Perkuat Karakter dan Literasi Siswa Jelang Tahun Ajaran Baru

waktu baca 2 menit
Kamis, 2 Jul 2026 22:26 16 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar pertemuan rutin bulanan di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Jalan Lais, Timbau, Tenggarong, Kamis (2/7/2026). Agenda tersebut menjadi wadah bagi para kepala sekolah untuk membahas berbagai isu strategis dalam peningkatan mutu pendidikan di Kukar.

Salah satu fokus utama pertemuan kali ini adalah pengembangan kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan zaman serta persiapan menyambut tahun ajaran baru.

Pengurus MKKS SMP Kukar, Sariyani, mengatakan forum tersebut menjadi ruang koordinasi dan diskusi antarkepala sekolah dalam mencari solusi terhadap berbagai tantangan dunia pendidikan.

“Pertemuan hari ini membahas kurikulum yang adaptif dan kekinian, menyesuaikan dengan perkembangan pendidikan,” ujarnya.

Sariyani yang juga menjabat Kepala SMP Negeri 3 Tenggarong menjelaskan pertemuan MKKS dilaksanakan secara rutin setiap bulan guna memperkuat sinergi antarkepala sekolah dengan Disdikbud Kukar.

Melalui forum tersebut, berbagai persoalan pendidikan dapat dibahas bersama sehingga menghasilkan langkah-langkah yang lebih efektif dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan di Kukar.

“Pertemuan rutin ini menjadi sarana mempererat silaturahmi sekaligus membahas berbagai upaya penguatan pendidikan bersama Disdikbud,” katanya.

Kepala Bidang Pendidikan SMP Disdikbud Kukar, Emy Rosana Saleh, mengapresiasi konsistensi MKKS dalam menyelenggarakan forum bulanan. Menurutnya, pertemuan ini menjadi momentum penting menjelang dimulainya proses pembelajaran bagi peserta didik baru kelas VII.

“Dibutuhkan komitmen bersama dalam menyambut siswa pada hari pertama belajar,” ujar Emy.

Ia menekankan pentingnya membangun karakter peserta didik sejak awal masuk sekolah. Salah satunya melalui pembagian kelompok kebersihan dan penugasan area yang menjadi tanggung jawab masing-masing siswa.

Langkah tersebut dinilai mampu menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan sekaligus mendukung terwujudnya sekolah berwawasan lingkungan atau Adiwiyata.

Selain itu, Emy juga mengingatkan pentingnya pembiasaan etika di lingkungan sekolah, mulai dari berpakaian rapi, bertutur kata sopan, hingga berperilaku santun dalam kehidupan sehari-hari.

“Etika menjadi bagian penting yang harus ditanamkan kepada siswa sejak dini, baik dalam berpakaian, berbicara, maupun berperilaku di lingkungan sekolah,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Disdikbud Kukar juga kembali menegaskan implementasi Program Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH) yang meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi, gemar belajar, aktif bermasyarakat, dan tidur lebih awal.

Selain pembentukan karakter, sekolah juga didorong menyediakan ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan literasi dan numerasi melalui berbagai kegiatan pembelajaran.

“Fasilitasi panggung literasi dan numerasi bagi siswa, serta terus memperkuat pelaksanaan Gerakan Etam Mengaji (GEMA) di lingkungan sekolah,” pungkas Emy. (Andri)

LAINNYA
x