src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Festival Budaya Berau Diusulkan Masuk KEN, Seno Aji Bidik Wisatawan Mancanegara

Festival Budaya Berau Diusulkan Masuk KEN, Seno Aji Bidik Wisatawan Mancanegara

waktu baca 3 menit
Kamis, 2 Jul 2026 18:00 12 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, mendorong festival-festival budaya di Kabupaten Berau masuk dalam program Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata. Langkah tersebut dinilai menjadi strategi memperkuat daya tarik wisata sekaligus menggerakkan perekonomian daerah.

Menurutnya, Berau memiliki beragam agenda budaya yang layak bersaing di tingkat nasional, seperti Festival Budaya Bekudung Betiung, Festival Abutta Banua, serta berbagai tradisi lokal lainnya yang menjadi identitas masyarakat Bumi Batiwakkal. Pihaknya akan angkat semua kebudayaan yang ada di Kalimantan Timur untuk masuk Kharisma Event Nusantara.

“Nantinya Kementerian Pariwisata yang akan melakukan proses kurasi. Kita ajukan sebanyak mungkin dan akan berdiskusi bersama Dinas Pariwisata Kalimantan Timur dengan kementerian,” ujarnya.

Ia menilai penyelenggaraan festival budaya tidak hanya menjadi ruang pelestarian adat dan tradisi, tetapi juga memiliki dampak besar terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Menurutnya, sebuah daerah yang menghargai seni, budaya, dan adat merupakan daerah yang memiliki fondasi pembangunan yang kuat.

Mengusung semangat “Lovely Berau”, Seno ingin wisata budaya menjadi salah satu kekuatan baru yang melengkapi pesona wisata bahari Berau yang telah mendunia.

“Kita harus mengembangkan pariwisata Kabupaten Berau, salah satunya melalui wisata budaya. Ke depan, budaya-budaya di Kalimantan Timur harus terus dikembangkan,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk DPRD, untuk bersama-sama mempromosikan potensi Berau hingga dikenal di tingkat internasional. Menurutnya, Berau layak menjadi etalase pariwisata Kalimantan Timur dengan kekuatan wisata alam seperti Maratua, Derawan, serta kekayaan budaya yang terus hidup di tengah masyarakat.

“Berau akan kita perkenalkan sebagai etalase pariwisata Kalimantan Timur di dunia. Keindahan wisata baharinya akan semakin kuat jika didukung oleh kegiatan budaya seperti ini,” tegasnya.

Seno juga mengingatkan pentingnya menjaga warisan budaya di tengah derasnya perkembangan teknologi digital. Ia menilai generasi muda perlu lebih banyak dikenalkan pada seni dan budaya lokal agar tidak kehilangan identitas.

Menurutnya, anak-anak saat ini lebih banyak berinteraksi dengan gawai sehingga diperlukan upaya bersama untuk menghidupkan kembali tarian tradisional, lagu daerah, hingga berbagai tradisi yang diwariskan para leluhur.

“Inilah saatnya kita membangkitkan budaya lokal. Ajarkan tarian tradisional, nyanyian tradisional, dan budaya yang kita miliki kepada generasi muda agar tidak hilang ditelan zaman,” ujarnya.

Di sisi lain, Seno menegaskan bahwa pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif kini menjadi kebutuhan strategis bagi Kalimantan Timur. Pasalnya, pertumbuhan ekonomi daerah yang selama ini bertumpu pada sektor sumber daya alam mengalami perlambatan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang disampaikannya, pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur pada Mei lalu berada di kisaran 2,99 persen atau sekitar 3 persen, turun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 5 persen.

Karena itu, ia menilai penguatan ekonomi kerakyatan melalui sektor pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif harus menjadi salah satu solusi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan. Kata dia, Pariwisata dan ekonomi kreatif merupakan bagian penting pembangunan daerah.

“Kita harus mengintervensi pertumbuhan ekonomi melalui ekonomi kerakyatan, dan budaya menjadi salah satu kekuatan utamanya,” pungkasnya. (Riska)

LAINNYA
x