src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Kondisi jalan Teluk Bajau yang longsor dan membahayakan pengguna. (Ningsih)HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Kondisi ruas jalan poros Teluk Bajau, Mangkupalas-Palaran, tepatnya sisi sebelah kiri kini semakin memprihatinkan dan nyaris putus.
Dari pantauan Headlinekaltim.co di lapangan, jalan semen semakin terturun, menciptakan lubang besar dan patahan sepanjang sekitar 15 meter. Bahkan, satu ruas jalan ini kini hanya tinggal separuh. Demikian trotoar jalan, kondisinya mulai amblas.
Sementara itu, dua papan peringatan bahaya longsor dan pengalihan jalan bagi kendaraan bermotor masih terpasang beberapa meter dari jarak tanah jalan yang longsor.
Kendati ada peringatan, rupanya masih banyak pengguna jalan, khususnya pengendara roda dua yang tetap nekat menerobos dan melalui jalan yang longsor. Pun dengan pengendara mobil, masih ada yang nekat melalui jalan tersebut.
Diminta konfirmasi mengenai jalan longsor di Teluk Bajau, Mangkupalas, Camat Samarinda Seberang Aditya Koesprayogi mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Lurah Mangkupalas untuk terus memantau kondisi jalan tersebut. Mengingat masih banyak kendaraan yang melintasi jalur longsor.
“Kita perhatikan yang di sisi sebelah kiri itu sudah tidak bisa dilewati. Tapi memang masih ada motor yang coba untuk nekat lewat, padahal kondisinya begitu. Ini kan nekat namanya, kita juga khawatir sebenarnya,” ujarnya.
Kondisi cuaca di Samarinda dengan intensitas hujan tinggi, lanjut dia, akan sangat membahayakan bagi pengguna motor yang tetap memaksakan melewati jalan longsor di Teluk Bajau.
“Kita tidak pernah tahu bagaimana alam ini bekerja, bergerak. Satu jam curah hujan tinggi, itu yang kita khawatirkan. Jangan sampai jalan putus sama sekali ketika ada kendaraan yang lewat, ” katanya.
Aditya menyebut, pihaknya telah menerima laporan dari BPBD Kota Samarinda terkait daerah longsoran di Teluk Bajau. Dari analisa BPBD ada patahan gunung di daerah tersebut.
“Ini sangat rawan sekali karena kondisi tanah seperti itu, ” sebutnya.
Untuk itu, dirinya berharap Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim dapat segera bertindak sebelum adanya korban jiwa.
“Kami harapkan provinsi dan pusat untuk dapat menyelesaikan, karena jika tidak, mungkin saja akan ada korban karena jalan itu adalah jalan penghubung dan terkoneksi dengan IKN. Jangan sampai nanti jadi penghambat arus ekonomi masyarakat, ” tutupnya.
Penulis: Ningsih