src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Komisi III DPRD Kaltim Minta Dinas ESDM Pro Aktif Selesaikan Tambang Ilegal

Komisi III DPRD Kaltim Minta Dinas ESDM Pro Aktif Selesaikan Tambang Ilegal

2 minutes reading
Wednesday, 17 Feb 2021 10:25 234 Muhammad Yamin

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Komisi III DPRD Kaltim meminta Dinas ESDM lebih pro aktif menertibkan tambang ilegal di Kaltim yang marak terjadi.

“Kita minta Dinas ESDM untuk lebih aktif menghadapi masalah ini. Kalau tambang ini memang jawabannya agak sama, artinya itu saja. Sampai dengan hari ini masih menjadi pekerjaan terbesar untuk Dinas ESDM dan penerintah,” ujar Anggota Komisi III DPRD Kaltim Mimi Meriami.

Mimi menyampaikan itu ke awak media usai mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas ESDM di ruang rapat lantai 1 Gedung DPRD Kaltim, Selasa (16/2/2021).

Mimi mengatakan, permasalahan tambang ilegal di Kaltim hingga kini sulit diatasi. Tambang ilegal menjadi sorotan DPRD karena merugikan keuangan negara dan merusak lingkungan yang berdampak ke masalah sosial di masyarakat.

“Dalam rapat, kita menyoroti masalah tambang ilegal yang belum ada solusinya. Yang sampai sekarang kelihatannya masih belum bisa apa-apa menghadapi tambang ini,” katanya.

Mimi Meriami berharap, Dinas ESDM Kaltim tidak hanya melakukan kerja formalitas saja, tetapi juga dapat melakukan gebrakan untuk mengatasi masalah tambang ilegal.

“Jadi memang harus ada gebrakan untuk dapat mengatasi tambang ilegal ini. Kalau hanya sekedar kerja formalitas, tidak mungkin terselesaikan,” ujarnya.

Ia mencontohkan, upaya penyelesaian yang dapat dilakukan Dinas ESDM Kaltim yaitu dengan bekerjasama bersama Kejaksaan Tinggi Kaltim dalam hal pengawasan. Ini dilakukan agar menyadari bahwa wewenang melakukan penindakan pidana bukan kewenangan Dinas ESDM.

Menurutnya masalah pertambangan ilegal, erat hubungannya dengan penyebab permasalahan lingkungan.

“Saya rasa memang pertambangan ilegal menjadi pekerjaan terbesar Kaltim, karena berhubungan erat dengan masalah lingkungan. Yang paling parah itu masalah banjir, longsor dan pendangkalan sungai,” pungkasnya.

Penulis : Ningsih

banner pemkab berau baru
LAINNYA
x