Beranda BUMI ETAM Investor Serius Bangun Pabrik Refinery CPO di Kutai Timur

Investor Serius Bangun Pabrik Refinery CPO di Kutai Timur

Plt Kepala DPMPTSP Kutim Saiful Ahmad (Foto: RJ. Warsa/headlinekaltim.co)
Advertisement

HEADLINEKALTIM.CO, SANGATTA – Sektor perkebunan sawit di Kutai Timur merupakan yang terbesar di Kaltim dengan luasan lahan mencapai 459.616,36 hektare. Jauh lebih besar dibandingkan Kutai Kartanegara yang luasan lahan perkebunan hanya mencapai 224.223,15 hektare dan Kabupaten Paser yang hanya 181.503,25 hektare.

Tak mau hanya bergerak di pengembangan perkebunan sawit, Pemkab Kutim melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) mengejar target investasi refinery Crude Palm Oil (CPO). Jadi, Kutim tidak lagi berkutat pada industri hulu, tetapi juga industri hilir.

Plt Kepala DPMPTSP Kutim Saiful Ahmad menerangkan, ini merupakan visi besar yang ditetapkan sejak era kepemimpinan Bupati Awang Faroek Ishak.

“Secara bertahap mulai bergeser bagaimana menghadirkan industri hilir terkait pengolahan CPO dengan membangun pabrik, hingga kini sudah ke tahap industri refinery CPO. Bahkan, telah ada investor asing yang tertarik membangun pabrik refinery CPO di Pulau Miang, Sangkulirang,” terangnya.

Advertisement

Dikatakan Saiful, investor tidak main-main dengan rencana investasi industri refinery minyak curah tersebut karena memiliki potensi produksi hingga 2.000 ton minyak curah mentah per hari. Tentunya, ini akan menjadi bahan utama pembuatan produk mentega hingga kosmetik.

“Izin mendirikan bangunan pabrik refinery serta izin lokasi untuk pembangunan pabrik Kernel Crushing Plant dari PMA (Penanaman Modal Asing, Red) asal Malaysia di Desa Pulau Miang, berdampingan dengan lokasi perkebunan dan pabrik CPO milik PT Indonesia Plantation Synergy,” terangnya.

Baca Juga  Giliran Petugas Senior Ambulan 119 RS AWS Direnggut COVID-19

Sisi positif hadirnya industri refinery, terang dia, bisa menghadirkan produk dengan jenama lokal. Selain menangkap peluang investasi, hal ini berdampak pada penyerapan lapangan kerja untuk masyarakat setempat.

Penulis: RJ Warsa

Komentar
Advertisement