src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Jalan Margasari Akhirnya Amblas Sedalam 2 Meter

Jalan Margasari Akhirnya Amblas Sedalam 2 Meter

waktu baca 2 menit
Sabtu, 15 Agu 2026 17:25 21 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Jalan Margasari, RT 04, Desa Jembayan, Loa Kulu, akhirnya mengalami amblas parah pada Sabtu, 15 Agustus 2026, dengan kedalaman mencapai 2 meter. Perbaikan harus segera dilakukan karena jalan tersebut merupakan objek vital berstatus jalan nasional.

“Tingkat kerusakan jalan tersebut cukup parah, kedalaman mencapai 2 meter,” ujar Kepala Desa Jembayan, Erwin.

Dia mengatakan  jalan tersebut pernah mengalami ambkas pada akhir tahun 2024 dan telah diperbaiki pada tahun 2025. Namun, setelah perbaikan selesai, muncul masalah baru berupa pergeseran badan jalan dan pergerakan tanah. Hal itulah yang menyebabkan jalan amblas dan mengalami kerusakan seperti yang terjadi saat ini. “Yang harus menjadi perhatian bukan hanya soal perbaikan, tetapi juga struktur tanah serta kestabilan badan jalan,” jelasnya.

Kondisi jalan yang semakin parah ini membuat kendaraan roda dua maupun roda empat sulit melintas. Jika terpaksa melintas, pengendara harus ekstra hati-hati karena membahayakan pengguna jalan lain. Jika akses tersebut sampai terputus, roda perekonomian masyarakat pun ikut terganggu. “Kondisi jalan akan semakin parah kerusakannya jika terjadi hujan,” tegas Erwin.

Erwin meminta perbaikan jalan segera dilakukan secara menyeluruh dengan memperhatikan secara serius struktur jalan, sistem drainase, kestabilan lereng, serta konstruksi pengaman badan jalan, sehingga hasil perbaikan bisa lebih kuat dibanding bangunan sebelumnya. “Jika tidak diperbaiki, longsornya akan semakin melebar,” tegasnya.

Sekretaris PC PMII Kukar, Akhmad Fikri Zakaria, menyampaikan keprihatinannya atas amblasnya jalan Yos Sudarso Margasari, Jembayan, tersebut. Menurutnya, bukan hanya faktor kerusakan yang perlu diperhatikan, tetapi juga ada beberapa aspek yang harus dievaluasi, seperti perencanaan teknis pekerjaan, kajian kondisi tanah, metode konstruksi, kualitas material, serta kualitas perbaikan jalan sebelumnya.

“Beberapa hari sebelumnya sebenarnya sudah ada tanda-tanda keretakan, seharusnya ini bisa diantisipasi. Jalan tersebut kan sudah pernah diperbaiki, tetapi kembali amblas. Berarti ada unsur kelalaian dalam pekerjaan teknisnya,” ujarnya. (Andri)

WhatsApp
Berita Terkini, Ikuti Saluran WhatsApp headlinekaltim.co

Gabung

LAINNYA
x