src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Insiden Ponton Batu Bara Lepas Kendali, Sempat Mendekat ke Area Teras Samarinda

Insiden Ponton Batu Bara Lepas Kendali, Sempat Mendekat ke Area Teras Samarinda

waktu baca 3 menit
Minggu, 21 Jun 2026 16:39 11 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Sebuah ponton bermuatan batu bara bernama Garuda Coal VI hanyut terbawa arus Sungai Mahakam dan nyaris menghantam kawasan Teras Samarinda, Minggu (21/6/2026) sekitar pukul 12.57 WITA.

Insiden tersebut sempat memicu kepanikan warga dan pekerja di sekitar lokasi karena ponton bergerak tanpa kendali mendekati area publik di tepi sungai.

Peristiwa terjadi di tengah aktivitas masyarakat yang cukup ramai di kawasan Teras Samarinda. Ponton berukuran besar itu terlihat perlahan bergerak mengikuti arus menuju tepian tanpa kapal penarik yang mengendalikan.

Jarak yang semakin dekat dengan area pejalan kaki dan fasilitas umum membuat situasi berubah tegang dalam hitungan menit.

Dalam pergerakannya, ponton tersebut sempat bersenggolan dengan Ponton Soluna 9 yang digunakan sebagai sarana pendukung pekerjaan perbaikan pipa Perumdam Tirta Kencana.

Benturan itu terdengar cukup jelas dan menambah kekhawatiran akan kemungkinan dampak yang lebih besar jika ponton terus bergerak mendekat.

Sejumlah rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan detik-detik ponton hanyut mengikuti arus yang cukup kuat. Dalam video tersebut, ponton tampak meluncur perlahan namun pasti ke arah tepian, sementara beberapa kapal di sekitar lokasi berupaya mendekat untuk melakukan pengendalian.

Petugas kebersihan Teras Samarinda, Nuraini, mengaku menjadi salah satu saksi yang melihat langsung kejadian tersebut. Saat itu ia bersama rekan-rekannya sedang beristirahat di pos penjagaan sebelum dikejutkan oleh pergerakan ponton yang tidak biasa.

Ia mengatakan, kepanikan sempat terjadi karena posisi ponton yang terus mendekat mengingatkan pada insiden serupa yang pernah terjadi sebelumnya.

Kekhawatiran akan potensi benturan ke area publik membuatnya segera memperingatkan rekan-rekannya.

“Saya langsung teriak ke teman-teman karena pontonnya makin dekat. Takut kejadian seperti yang kemarin terulang lagi,” ujarnya.

Menurutnya, suara benturan sempat terdengar saat ponton bersenggolan dengan fasilitas di sekitar lokasi pekerjaan perbaikan pipa.

Beruntung, tidak lama setelah kejadian, kapal yang berada di sekitar perairan segera melakukan upaya penanganan sehingga ponton tidak semakin mendekat ke kawasan publik.

“Kalau tidak cepat ditangani mungkin bisa lebih dekat lagi ke sini. Untung ada kapal di dekat situ yang langsung membantu menariknya,” katanya.

Nuraini menambahkan, kondisi cuaca saat kejadian relatif normal tanpa hujan maupun angin kencang. Hal tersebut menunjukkan bahwa kuatnya arus Sungai Mahakam menjadi faktor utama yang menyebabkan ponton hanyut tanpa kendali.

Sementara itu, Kasi Penjagaan, Patroli, dan Penyidikan KSOP Kelas I Samarinda, Capt Sahrun Aziz, mengatakan pihaknya langsung melakukan pengecekan setelah menerima laporan dari petugas lapangan serta memantau video yang beredar.

Ia menjelaskan, arus sungai yang cukup kuat pada saat itu menyebabkan ponton terbawa hingga mendekati kawasan Teras Samarinda. Namun, kondisi tersebut dapat segera dikendalikan berkat bantuan kapal yang berada di sekitar lokasi.

“Memang arus sungai saat itu cukup kuat sehingga ponton terbawa mendekati Teras Samarinda. Namun segera dibantu oleh kapal yang berada di sekitar lokasi sehingga bisa didorong keluar dan diamankan,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan sementara, KSOP memastikan tidak ada korban jiwa maupun kerusakan signifikan akibat insiden tersebut. Para pekerja yang tengah melakukan perbaikan pipa juga dipastikan dalam kondisi aman, dan aktivitas di kawasan Teras Samarinda berangsur normal setelah ponton berhasil diamankan.

“Sudah kami cek, termasuk kepada pekerja yang berada di lokasi. Alhamdulillah tidak ada kerusakan dan tidak ada korban. Saat ini ponton sudah kembali diamankan dan situasi berjalan normal,” tutupnya. (ns)

LAINNYA
x