Empat kecamatan yang menjadi sasaran penyaluran adalah Tenggarong, Anggana, Samboja, dan Marang Kayu. Bantuan tersebut selanjutnya akan didistribusikan kepada sejumlah kelompok tani yang telah mengajukan usulan sebelumnya.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Sapras) Pertanian pada Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Kukar, Nazyarudin, membenarkan penyaluran bantuan tersebut. “Empat kecamatan terima bantuan Alsintan,” sebut Nazyarudin.
Menurut Nazyarudin, Alsintan yang diserahkan kali ini bukan hanya satu jenis, melainkan beberapa unit peralatan yang disesuaikan dengan kebutuhan proses bertani, mulai dari tahap pengolahan lahan hingga masa panen. Ia merinci, bantuan yang disalurkan meliputi combine harvester atau mesin pemanen padi, traktor roda empat dan traktor roda dua untuk pengolahan lahan, serta pompa air untuk kebutuhan irigasi.
Penentuan jenis dan jumlah Alsintan yang diberikan, kata Nazyarudin, tidak dilakukan secara sepihak oleh dinas, melainkan berdasarkan usulan yang diajukan langsung oleh kelompok tani di lapangan. “Semua usulan sesuai permintaan dan kebutuhan yang diajukan kelompok tani,” ucapnya.
Ia berharap, para kelompok tani penerima bantuan dapat memanfaatkan alsintan tersebut secara maksimal sehingga mampu mendongkrak hasil produksi pertanian di wilayah masing-masing. Ia mencontohkan pompa air sebagai salah satu alsintan yang manfaatnya cukup terasa, terutama dalam mempermudah akses sumber air sekaligus mengalirkannya ke lahan pertanian milik masyarakat. “Bantuan yang diberikan berguna pra dan pasca panen,” jelasnya.
Salah satu penerima manfaat program ini datang dari Kecamatan Marang Kayu. Yusran Basri, yang menjabat sebagai Manajer Brigade Pangan di wilayah tersebut. Dia menerima bantuan alsintan berupa pompa air merek Dinari sebanyak satu unit. Baginya, bantuan ini bukan sekadar alat tambahan, melainkan penunjang penting dalam aktivitas pasca panen kelompok taninya.
Yusran mengungkapkan, dukungan pemerintah terhadap kelompoknya sebenarnya sudah berlangsung sejak tahun sebelumnya, saat pihaknya juga menerima bantuan serupa berupa pompa air. “Tahun sebelumnya kami dapat bantuan pompa air,” jelasnya.
Ia menuturkan, keberadaan pompa air tersebut sangat terasa manfaatnya, terutama saat memasuki musim kemarau seperti saat ini. Menurutnya, sumber air yang cukup menjadi faktor krusial agar lahan pertanian tetap dapat diairi meski curah hujan minim. Berkat dukungan alat tersebut, produksi panen kelompok tani binaannya tetap terjaga stabil kendati kondisi cuaca kemarau berlangsung cukup panjang. “Rata-rata produksi kami, sebanyak lima sampai enam ton padi per hektarenya,” jelasnya. (Andri)

















