src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Kapolres Berau, AKBP Anggoro Wicaksono.
(Foto: Ist) HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Jelang hari raya Idulfitri 1443 H, Polres Berau memprediksi kerawanan dan kenaikan tingkat kriminalitas. Salah satunya, kawasan pemukiman akan sepi menjelang lebaran 2022 karena ditinggal mudik oleh pemiliknya.
Tahun ini, pemerintah telah membolehkan masyarakat melaksanakan mudik setelah 2 tahun lalu dibatasi akibat pandemi Covid-19. Selama masa mudik, permukiman penduduk menjadi titik rawan.
Untuk itu, Kapolres Berau AKBP Anggoro Wicaksono mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan koordinasi kewilayahan antarRT maupun RW. “Upaya pengamanan harus ditingkatkan”, ucapnya.
Dia mengimbau agar pemudik melaporkan kepergiannya kepada pengurus RT atau RW sehingga penjagaan di wilayah sekitar dapat dilakukan oleh pengamanan swadaya.
“Selama melaksanakan mudik, cabut steker listrik untuk mengantisipasi kebakaran serta memutus koneksi antara selang dan tabung gas. Rumah yang ditinggal mudik juga harus ditutup dan dikunci ganda. Yang terpenting juga, saat mudik pastikan dalam kondisi sehat, baik pengendara maupun kondisi kendaraannya juga harus baik,” pungkasnya.
Penulis: Riska