src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Himpun Ratusan Juta dengan Platform Donasi Daring untuk Banjir Sumatra, Jerhemy Owen Buktikan Kontribusi Anak Muda

Himpun Ratusan Juta dengan Platform Donasi Daring untuk Banjir Sumatra, Jerhemy Owen Buktikan Kontribusi Anak Muda

5 minutes reading
Wednesday, 10 Dec 2025 15:10 167 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, JAKARTA – Bencana banjir yang melanda Sumatra beberapa waktu lalu meninggalkan jejak kerusakan ekologis. Ribuan hektare hutan yang dulunya rindang, kini ikut hanyut bersama derasnya arus banjir dan hanya menyisakan lahan gundul. Setelah ditelusuri, bencana banjir tersebut tidak semata-mata akibat adanya curah hujan yang  ekstrem.  Rusaknya ekosistem Sumatra membuatnya tak mampu menopang derasnya aliran hujan tersebut. Hutan Sumatra yang selama ini kita lihat selalu hijau ternyata adalah lahan kelapa sawit yang jelas-jelas tidak mampu menyerap air hujan dan menopang tanah dengan baik seperti hutan  alami pada umumnya. Pengalihan hutan menjadi lahan sawit tersebut ternyata sudah sangat masif dan telah menghilangkan fungsi ekologis hutan, yang padahal dapat menjadi pelindung untuk kehidupan kita di alam ini.

Melihat hal tersebut, sebagai mahasiswa lulusan teknik lingkungan, Jerhemy Owen menunjukkan jiwa kepemimpinannya dengan membuat keputusan pembukaan donasi untuk memperbaiki hutan Sumatra. Sebelumnya, dengan dorongan oleh masyarakat, ia telah membuka donasi solidaritas untuk membantu korban banjir di Sumatra. Hasilnya, banyak dukungan dari para donatur hingga sebesar Rp600 juta terkumpul, dan sekarang hasilnya sudah didistribusikan kepada korban terdampak.

Melihat banyaknya dukungan positif dari masyarakat, kali ini ia membuka donasi kembali dengan fokus utama reboisasi atau penanaman kembali puluhan ribu pohon di hutan Sumatra yang gundul akibat pengalihfungsian lahan. Dari podcastnya bersama Rian Fahardhi, ia mengkhawatirkan adanya bencana serupa yang akan terjadi jika masalah ini tidak lekas dibenahi. Jangan sampai keindahan alam berhenti di kita, dan hanya menjadi cerita untuk anak cucu kita nanti.

Maka dari itu, ia berharap penanaman kembali hutan Sumatra yang gundul ini dapat mengatasi penyebab utama dari bencana ini, juga dapat mengembalikan ekosistem yang menjadi rumah tempat tinggal para hewan dan tumbuhan. Sehingga misi penyelamatan ini tidak hanya untuk sesama manusia, tetapi juga bagi makhluk hidup yang tinggal didalamnya. Hal Ini memperlihatkan adanya visi misi besar yang dibawa Jerhemy Owen sebagai pemimpin generasi muda, dengan melihat kebutuhan banyak makhluk hidup.

Menurutnya, perbaikan kecil merupakan langkah awal pemulihan hutan Sumatra agar kedepannya bencana serupa tidak terulang kembali. “Karena itu, aku ingin mengajak teman-teman untuk ikut turun tangan memulihkan alam di Sumatra dengan menanam pohon kembali di kawasan hutan yang terdampak. Semoga langkah kecil ini bisa membantu mengurangi risiko bencana serupa di masa mendatang, dan alam kita bisa kembali kuat seperti sediakala.” kata Owen pada cerita penggalangan dari platform kitabisa.com.

Melalui platform donasi online, ia mengajak seluruh masyarakat untuk dapat berpartisipasi dan membuka kesempatan kepada mereka yang  tidak dapat berkontribusi langsung ke tempat kejadian. Hal ini tentunya didukung penuh oleh masyarakat dengan dibuktikannya hasil penggalangan dana yang sudah mencapai Rp660 juta dalam kurun waktu kurang dari seminggu. Lonjakan angka donasi dalam waktu yang tergolong singkat ini menunjukan bahwa Owen tidak hanya mampu mengajak, namun juga berhasil memengaruhi dan menggerakan masyarakat untuk ikut berempati dengan cara berdonasi.

Selain itu, besarnya angka donasi tersebut, juga menunjukan tingginya kepercayaan publik terhadap Owen. Masyarakat menaruh harapan penuh dan memandang Owen sebagai sosok yang dapat dipercaya dan mempunyai komitmen besar. Melalui akun instagram pribadinya, (Selasa, 9 Desember 2025, 20.14 WIB) Jerhemy Owen baru saja memberikan update tentang rencana penyaluran donasi sekaligus memberikan sistematika singkat terkait reboisasi bersama Taman Nasional Tesso Nilo.

“Taman Nasional Tesso Nilo sangat open untuk kita melakukan penanaman pohon di sana, jadi dari lahan – lahan kelapa sawit yg ada di Taman Nasional Tesso Nilo itu akan dibebaskan dulu, akan dibersihkan untuk ditanam dan direstorasi kembali” kata Owen. Selain itu, ia juga sudah berdiskusi dengan beberapa lembaga konservasi seperti Yayasan World Wide Fund for Nature Indonesia (WWF), Yayasan Hutan, Alam, dan Lingkungan Aceh Indonesia (HAkA), dan  Hutan Itu Indonesia, yang juga memiliki program selaras untuk mereboisasi hutan. Cara Owen mempublikasi dan menjelaskan mekanisme penyaluran dana tersebut menambah kepercayaan dan meyakinkan masyarakat yang berdonasi bahwa dana yang telah mereka donasikan benar-benar digunakan untuk pemulihan hutan.

Tindakan yang diambil Owen menunjukan adanya jiwa kepemimpinan yang efektif dan efisien sebagai generasi muda, di tengah krisisnya Sumatra, yang tentunya membutuhkan penanganan yang tepat dan cepat. Dengan keberanian dan visi misi yang dibawanya, ia mampu menumbuhkan hati nurani, empati, dan rasa tanggung jawab bersama, sehingga dapat menggerakan ribuan orang untuk berdonasi demi memulihkan hutan Sumatra. Owen membuktikan jiwa kepemimpinan di era sekarang, dapat disalurkan lewat apa saja, salah satunya melalui media sosial yang dapat menjangkau banyak orang. Ia dapat membaca situasi dan memanfaatkan jutaan koneksinya sehingga menjadi gerakan nyata yang membawa manfaat untuk banyak orang. Ia juga membuktikan bahwa usia tidak menentukan keberhasilan dalam memimpin.

Meskipun usianya masih muda, Owen mampu menggerakan banyak massa melalui media sosial disertai dengan membangun kepercayaan mereka. Owen menunjukan bahwa kepemimpinan itu lahir dari adanya niat baik dalam diri. Meskipun ia berpendidikan tinggi, namun hal itu bukan menjadi satu-satunya aspek dominan yang memengaruhi tindakannya dalam mengambil keputusan dan bergerak untuk membantu pemulihan hutan.

Jerhemy Owen  menjadi sosok inspiratif generasi muda di zaman sekarang. Dengan memanfaatkan platform media sosial, ia bisa membawa generasi muda lainnya untuk ikut andil dalam peristiwa ini. Owen menjadi bukti bahwa pemimpin yang hebat tidak dilihat dari usia dan tidak menunggu waktu yang tepat untuk bertindak. Ini menjadi teladan untuk para generasi muda yang masih takut untuk menjadi pemimpin yang cermat untuk segera melangkah maju demi perbaikan Indonesia.(*/)

Penulis: Yovelyndita Dealona dan Zhafirah Destariani, mahasiswi Ilmu Administrasi Negara Universitas Indonesia.

Daftar Pustaka
(Selamatkan Sumatra, Tanam Pohon Kembali) (2025). Kitabisa.com. Diakses dari https://kitabisa.com/campaign/pohonuntuksumatra?utm_source=socialsharing_donor_web_undefined&utm_medium=share_campaign_copas&utm_campaign=share_detail_campaign
@jerhemynemo. (2025, Desember 4).Pohon Untuk Sumatra[Foto]. Instagram. Diakses tanggal 9 Desember 2025, dari https://www.instagram.com/p/DR12UUvCZat/?igsh=MWY2bGh3cmJhajVzbA==
@jerhemynemo. (2025, Desember 9). Update Pohon untuk Sumatra[Video]. Instagram. Diakses tanggal 9 Desember 2025, dari https://www.instagram.com/reel/DSCzW9pie6_/?igsh=MWNkYTZidDBuNXRjbw==

 

WhatsApp
Berita Terkini, Ikuti Saluran WhatsApp headlinekaltim.co

Gabung

banner pemkab berau baru
LAINNYA
x