src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Peluncuran dan pembukaan even KFBN 2023.(foto: Andri)HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG– Even seni budaya dengan jenama Tenggarong Internasional Folk Art Festival (TIFAF) yang selama ini digaungkan hampir 10 tahun di pentas nasional dan internasional resmi berganti nama. Bupati Kukar Edi Damansyah lebih sreg dengan jenama Kukar Festival Budaya Nusantara (KFBN).
Pada Minggu 9 Juli 2023 malam, Bupati yang tampil menggantikan kepemimpinan Rita Widyasari ini meresmikan sekaligus membuka KFBN 2023. Perubahan nama tersebut disaksikan Forkopimda Kukar, perwakilan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, staf ahli Gubernur Kaltim.
Acara pembukaan KFBN 2023 yang diikuti kontingen seni dari tujuh provinsi di Indonesia, delapan kabupaten dan kota se-Kaltim, dan 26 paguyuban seni kebudayaan di Kukar serta mahasiswa pertukaran pelajar di kampus BSBI dari sejumlah negara.
“Kami ingin lebih menonjolkan budaya nusantara, maka kami ubah menjadi KFBN,” sebut Edi yang mengenakan batik.
Edi menyebut pergantian nama TIFAF menjadi KFBN sudah mendapatkan lampu hijau dari Kemenparekraf RI karena punya persepsi yang sama ingin memajukan budaya nusantara.
“Terutama kebudayaan nusantara yang ada di Kukar, harus diberikan ruang dan peran yang besar untuk dikembangkan menjadi lebih besar lagi,” sebutnya.
Edi merasa bangga, kebudayaan nusantara di Kukar terus bertahan sampai sekarang. Ini menunjukkan kemauan dan kemampuan masyarakat untuk mempertahankan kebudayaan. “Tahun depan, insya Allah KFBN akan kita gelar lebih besar lagi,” jelasnya.
Bupati Edi Damansyah punya mimpi besar agar kebudayaan Kukar juga bisa mendunia dan bisa dipromosikan ke negara lainnya. “Semoga ke depannya, ada pelajar Kukar yang ikut program Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia dari Kementerian Luar Negeri sehingga melalui jalur ini, kebudayaan Kukar dipromosikan lebih besar lagi,” ucapnya.
Edi menegaskan even KFBN yang sebelumnya bernama TIFAF sangat dinantikan masyarakat karena mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat. “KFBN juga menjadi daya dukung Kukar menghadapi IKN dalam hal pengembangan sektor pariwisata,” tutupnya.(Andri)