src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Dua tersangka penggelapan. (ist)HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Tim Anti Bandit Polsek Sungai Kunjang Polresta Samarinda meringkus dua karyawan perusahaan yang memanipulasi sistem dokumen elektronik perusahaan hingga mengantongi keuntungan Rp 126 juta.
Kasus ini terungkap bermula pimpinan CV. Dinoy melakukan audit keuangan pada hari Rabu tanggal 3 Januari 2024 sampai dengan hari Jumat tanggal 20 November 2024.
Setelah selesai melaksanakan audit ternyata, diketahui kejanggalan dalam sistem pelaporan. Kedua tersangka terbukti melakukan penggelapan dalam jabatan di perusahaan dengan cara menjual barbagai jenis item barang, namun uang tidak disetorkan atau tidak diinput kedalam sistem elektronik penjualan perusahaan.
Modusnya, tersangka memanipulasi sistem elektronik perusahaan yang mana data barang-barang yang uangnya tidak disetorkan dikurangi di dalam sistem sehingga seolah-olah data barang sesuai dengan stok di toko.
Atas kejadian tersebut mengalami kerugian total sebanyak Rp 126 juta lebih. “Setelah dilakukan pemeriksaan diperoleh alat bukti yang cukup, aparat Reskrim Polsek Sungai Kunjang mengamankan ke dua karyawan,” kata Kapolsek.
“Pelaku kita interogasi dan mengakui telah membuat kwitansi ekspedisi palsu atau fiktif dengan memalsukan tanda tangan supir mobil ekspedisi dan mengklaim biaya tersebut ke perusahaan,” tegas Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Dr. Ary Fadli, S.I.K, M.H, M.S.I, melalui Kapolsek Sungai Kunjang Kompol Zainal Arifin, SH.
Dua pelaku penggelapan dalam jabatan di CV. DINOY 1980, berinisial AP dan STK. Keduanya ditangkap Jl. Banggeris, Kelurahan Teluk Lerong Ulu, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda, Rabu 18 Desember 2024).
“Usai menerima laporan dari perusahaan, kita langsung melakukan penangkapan terhadap 2 pelaku. Kemudian pelaku diamankan di rutan mako Polsek Sungai Kunjang guna proses dan pengusutan lebih lanjut,” jelas Kapolsek. (*/)
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim