src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Di Kukar, Ribuan Anak Putus Sekolah

Di Kukar, Ribuan Anak Putus Sekolah

2 minutes reading
Monday, 3 Jul 2023 17:01 448 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG- Akademi Unmul Samarinda, Hairan menyebut, angka putus sekolah cukup tinggi di Kukar sehingga dibutuhkan upaya untuk meminimalisir oleh Pemkab Kukar.

“Ada sebanyak 1.560 anak putus sekolah di Kukar,” sebut Hairan, saat hadiri Rakor pengentasan kemiskinan melalui bidang pendidikan, belum lama ini, di aula kantor Bupati Kukar.

Hairan menjelaskan, satu penyebab angka putus sekolah karena pendapatan orang tua yang rendah sehingga perlu dibantu biaya hidup khusus keluarga miskin.

Perlu juga pemetaan bantuan antara Beasiswa Kukar Idaman dan Boskab untuk keluarga miskin.

“Terkhusus di Kecamatan Anggana, Muara Kaman dan Tabang, karena daerahnya berjauhan antara pusat kecamatan dengan desanya,” sarannya.

Disdikbud Kukar melalui Kasi Kurikulum SMP, Emy Rosana Saleh, menyebut pemkab sudah berupaya keras menekan dan meminimalisir anak putus sekolah imbas kemiskinan.

Emy mencontohkan, sudah meminta kepada sekolah untuk mendata siswanya yang tergolong kurang mampu agar bisa dibantu  melalui Boskab, seperti untuk membeli tas atau kelengkapan sekolah lainnya.

“Bahkan di Kota Bangun, ada sekolah yang ingin membeli sepeda karena ada salah satu siswanya kesulitan sekolah, jarak rumah dan sekolah sangat jauh. Ya silahkan belikan, dari pada anak tersebut tidak sekolah,” ucap Emy.

Plt Kepala Bappeda Kukar, Sy Vanesa Vilna mengakui masih banyak angka anak putus sekolah di Kukar. Ini perlu diselidiki penyebabnya.

“Riset di Balitbangda Kukar, budaya salah satu penyebab anak putus sekolah. Contoh, ada salah satu keluarga yang anaknya disuruh untuk mencari uang karena di daerah tersebut mudah mencari uang dekat dengan perusahaan,” sebutnya.

Perempuan yang akrab disapa Nana ini mengklaim, dalam pengentasan kemiskinan, Pemkab Kukar punya aplikasi Rumah Besar Pengentasan Kemiskinan (RBPK) dengan 15 program sasaran, salah satunya program sekolah paket A,B dan C.

“Kami optimis melalui RBPK, anak putus sekolah bisa diminimalisir, dan kemiskinan bisa ditekan,” pungkasnya.(Andri#)

banner pemkab berau baru
LAINNYA
x