src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
HEADLINEKALTIM.CO, SANGATTA – Erau Kutai menjadi agenda penting yang dipastikan kembali digelar tahun ini. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menegaskan komitmennya untuk melestarikan tradisi budaya melalui pelaksanaan Erau yang sarat nilai adat dan kearifan lokal.
Dilansir dari situs resmi Pemkab Kutai Timur, Bupati Ardiansyah Sulaiman memastikan bahwa perhelatan Erau Kutai akan dilaksanakan pada tahun 2026 sebagai bagian dari tradisi masyarakat Kutai yang rutin digelar setiap tahun.
Pernyataan tersebut disampaikan saat kegiatan pengukuhan Pemangku Adat Kutai Kutim di Rumah Adat Kutai, Jalan Ring Road, Sangatta, Rabu (22/04/2026). Dalam kesempatan itu, Ardiansyah menegaskan komitmennya untuk merealisasikan janji kepada Aji Muhammad Arifin.
“Setelah dikukuhkanya Pemangku Adat (Kutai) dan rumah adat di Kutai Timur, Maka sesuai dengan janji saya dengan ayahanda (Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura). Maka Insya Allah dengan segenap kemampuan kita akan mulai (Erau),” ujarnya.
Di hadapan Sultan beserta permaisuri, Bupati Ardiansyah menjelaskan bahwa jadwal pelaksanaan Erau masih akan disesuaikan, apakah digelar bersamaan dengan Hari Jadi Kabupaten Kutai Timur pada Oktober mendatang atau dijadikan agenda tersendiri.
Meski demikian, ia memastikan rangkaian kegiatan dalam Erau tetap akan menampilkan berbagai ritual adat khas Kutai, seperti Pelas Tanah, Pelas Pijak Tanah, hingga Pelas Laut, serta beragam pertunjukan seni dan budaya.
“Apakah Pelas Tanah, Pelas Pijak Tanah, Pelas Laut dan berbagai kegiatan seni dan Budaya Kutai. Termasuk festival olahraga tradisional yang mudah-mudahan mampu memberikan Apakah Pelas Tanah, Pelas Pijak Tanah, Pelas Laut, serta berbagai kegiatan seni dan budaya Kutai, termasuk festival olahraga tradisional, yang mudah-mudahan mampu memberikan dampak positif bagi pelestarian budaya lokal sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat,” ucapnya.
Menurutnya, pelaksanaan Erau tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga sarana untuk memperkuat identitas budaya daerah serta meningkatkan keterlibatan generasi muda dalam menjaga warisan leluhur.
Ia juga mengajak seluruh elemen, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, komunitas seni, hingga masyarakat luas untuk bersama-sama mendukung penyelenggaraan Erau agar berjalan optimal.
Dukungan lintas sektor dinilai penting guna memastikan keberlangsungan tradisi budaya Kutai sekaligus memperkuat citra Kutai Timur sebagai daerah yang kaya akan nilai budaya dan potensi pariwisata.