src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Gubernur Kaltim Isran Noor mengatakan untuk mendukung pembangunan transportasi di Kaltim menuju Ibu Kota Negara (IKN) baru, moda transportasi kereta api juga akan dibangun.
“Pembangunan fasilitas kereta api menunggu IKN, iya. Artinya bersamaan. Jadi itu sebuah sistem transportasi laut, udara, darat, juga perkeretaapian kan secara simultan, supaya nanti keperluan terhadap transportasi sudah tersedia ketika IKN mulai berfungsi,” ucapnya pada awak media baru-baru ini, saat memberikan bantuan logistik untuk korban banjir di Berau dan Kutim.
Gubernur mengungkapkan, saat ini pihaknya bersama dengan para ahli yang meliputi dari berbagai kalangan masih membahas tentang mewujudkan rencana pembangunan transportasi perkeretaapian di Kaltim.
Disebutkan mantan Bupati Kutim ini, transportasi perkeretaapian yang akan dibangun di Kaltim nantinya adalah jenis transportasi modern dengan menggunakan sistem yang canggih, namun ranah lingkungan.
Tetapi kata Gubernur Isran Noor, persetujuan pembangunan transportasi perkeretaapian masih menunggu “ketok palu” dari Kementerian Perhubungan.
“Sedang dibahas para ahli dari berbagai pihak, tokoh masyarakat untuk bagaimana mewujudkan IKN dengan sistem transportasi modern ranah lingkungan, dengan menggunakan segala sistem yang canggih. Jadi itu sudah dibahas para ahlinya dan akan menjadi sumber referensi kebijakan pemerintah, khususnya Kementrian Perhubungan untuk menetapkan program pembangunan,” terang Gubernur Isran Noor.
Disinggung soal rencana pembangunan transportasi kereta api di Kaltim beberapa tahun silam, Gubernur menyebut bahwa perkeretaapian itu hanya ditujukan untuk kegiatan pengangkutan komoditi batubara. Namun kini, rencana proyek tersebut “mandek”.
“Kereta yang mau dibangun Kaltim itu, bukan untuk kepentingan publik, tapi kepentingan komoditi batubara tapi tidak jadi. Itu beda,” katanya.
“Kelihatannya dia (investor) perkeretaapian angkutan batubara, red) sudah mundur. Jadi Rusia sudah mundur, mungkin dia menganggap tidak mendapatkan prospek keuntungan dari pelanggan. Mungkin belum dapat jaminan dari yang menggunakan jalur kereta api yang mau dibangun Rusia,” pungkasnya.
Penulis : Ningsih