src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Anggota DPRD Kaltim Dapil Samarinda Nidya Listiyono ikut menanggapi soal wacana Daerah Otonomi Baru (DOB) Samarinda Seberang. Menurutnya banyak syarat yang harus dipenuhi untuk dapat mewujudkan hal itu.
“Kalau dari aturan Kementrian sudah ditegaskan bahwa tidak ada pemekaran, itu jelas. Kemudian apakah ada opportunity sampai ke sana? Ya boleh saja. Tapi harus diingat bahwa DOB banyak syarat yang harus dipenuhi, salah satunya misalnya jumlah penduduk cukup tidak? Luas wilayah cukup tidak? Kemudian dari sisi ekonomi seperti apa?,” Ujarnya pada awak media beberapa waktu lalu.
Legislatif dari Fraksi Golkar ini mengingatkan bahwa Pemerintah Kota Samarinda juga memiliki investasi yang besar di wilayah Samarinda Seberang, sehingga kata dia, secara otomatis akan ada pembahasan yang lebih dalam jika memang DOB terjadi.
“Jangan lupa, Samarinda Seberang itu ada investasi Pemerintah Kota. Jadi memang harus berkomunikasi dengan Pemkot. Jangan-jangan Pemkot tidak mau lepas, karena ada investasinya,” terangnya.
“Kan Pemkot juga bangun di Seberang, ada di Palaran juga, termasuk tol dan sebagainya. Tapi menurut saya, ketika ini jadi aspirasi masyarakat Samarinda Seberang, silakan saja, tidak masalah,” sambungnya.
Saat ditanya apakah dirinya mendukung wacana DOB Samarinda Seberang, Nidya Listiyono mengaku dirinya tidak mendukung adanya wacana tersebut. Namun demikian, ia tidak melarang munculnya wacana tersebut. Tentunya juga dengan memenuhi persyaratan yang ditetapkan.
“Tidak dukung, tapi tidak melarang, asal syarat terpenuhi. Kemudian masing-masing pihak clear dalam pembicaraan dan Kementerian tidak masalah,” katanya.
Dilihat dari aspek ekonomi mandiri, lanjut Nidya Listiyono, wilayah Samarinda Seberang hingga Palaran memiliki kekayaan sumber alam yang luar biasa.
Diantaranya tambang batubara, pelabuhan, pertanian. Sehingga dia mengira jika memang benar wacana DOB terwujud, maka daerah baru akan mampu “hidup” mandiri. Tapi lagi-lagi dia mengingatkan, bahwa DOB harus sesuai dengan keinginan masyarakat.
“Di Seberang banyak tambang, ekonomi pelabuhan. Kenapa tidak bisa berdiri sendiri? Ada daerah pertanian juga. Artinya secara ekonomi, mereka punya syarat itu. Tapi harus lihat dulu, benar tidak masyarakat mau berpisah? Jangan-jangan sekelompok orang saja. Dalam artian, saya support dalam rangka kebaikan. Supaya pemerintah fokus, Samarinda tidak terlalu luas karena kalau luas susah juga untuk menjangkau,” pungkasnya. (Advetorial)
Penulis : Ningsih