src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Bupati Aulia Beri Waktu Adaptasi Tiga Bulan untuk Pejabat yang Baru Dilantik

Bupati Aulia Beri Waktu Adaptasi Tiga Bulan untuk Pejabat yang Baru Dilantik

waktu baca 2 menit
Sabtu, 7 Feb 2026 23:03 238 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Sebanyak 124 orang pejabat, mulai tingkat pimpinan tinggi pratama, administrator dan fungsional dilantik oleh Bupati Kukar Aulia Rahman Basri pada Jumat 6 Februari 2026. Mereka diberi batas waktu tiga bulan untuk beradaptasi dan lakukan pembenahan internal.
‎
‎”Akan kita evaluasi tiga bulan ke depan ini, apakah bisa menunjukkan perubahan kinerja ke arah lebih baik,” tegas Bupati Aulia, Jumat 6 Februari 2026.
‎
‎Aulia menegaskan, pimpinan harus bisa mengetahui urusan kantor secara detail, menilai kinerja bawahan atau staf, biaya perjalanan dinas yang penting, hingga mengetahui biaya kebutuhan listrik dan air.
‎
‎Mantan Direktur RSUD Dayaku Raja Kota Bangun ini wanti-wanti soal pemborosan anggaran dinas hingga 30 persen. ‎”Apa yang disampaikan Presiden Prabowo benar, di Indonesia terjadi pemborosan anggaran hingga 30 persen. Itu tidak menutup kemungkinan terjadi di Kukar,” sebutnya.
‎
‎Pria berkaca mata ini meminta kepada pimpinan OPD terkait kemampuan minimal keuangan dinas yang dipimpinnya agar dapat dijalankan secara efektif dan efisien anggaran. ‎”Miris saya, ada acara penting yang harus dihadiri Kukar, tapi tidak bisa diikuti oleh OPD terkait dengan alasan tidak punya anggaran,” ucap Aulia dengan sedikit nada kesal.
‎
Kukar memang mengalami defisit anggaran sehingga perlu dibenahi. Aulia bahkan mengakui, Kukar kalah dengan Kota Bontang, daerah hasil pemekaran dari Kabupaten Kutai. ‎”Sawit Kukar berlimpah, tapi tidak punya pabrik refinery dan pupuk sawit, yang punya malah Bontang. Kenapa inventasinya di Bontang bukan di Kukar,” ungkapnya.
‎
‎Sekda Kukar Sunggono mengakui sudah memetakan masalah-masalah agar tidak terjadi pemborosan anggaran. Salah satunya mencegah kegiatan dilakukan berulang kali. ‎”Di sub kegiatan ada empat pembiayaan yang sama, seperti makan minum rapat dan perjalanan dinas serta Alat Tulis Kantor (ATK),” rincinya.
‎
‎Sunggono mencontohkan lagi, ada belanja membangun jalan A, jalan B dan C, secara terpisah. Padahal bisa dianggarkan sekalian. ‎”Jika dipecah-pecah pembangunan, sudah kita hitung, malah besar pembiayaannya,” jelasnya.(Andri)

 

WhatsApp
Berita Terkini, Ikuti Saluran WhatsApp headlinekaltim.co

Gabung

LAINNYA
x