src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Plt Kepala Bappeda Kukar, Sy Vanesa Vilna, saat paparan Rakor pengendalian dan evaluasi pembagunan 2023.(Foto: Andri) HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG– Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kukar masih menempati posisi paling rendah soal realisasi kegiatan mendekati akhir triwulan II APBD 2023 dibandingkan dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya.
“Sudah masuk pertengahan Juni atau akhir TW II, realisasi kegiatan terendah ada pada DPU Kukar dengan capaian 29,70 persen,” sebut Plt Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kukar Sy Vanesa Vilna, Senin 19 Juni 2023 saat Rakor pengendalian dan evaluasi pembangunan.
Perempuan yang akrab disapa Nana ini menyebut OPD yang paling tinggi realisasi kegiatannya adalah RSUD Aji Batara Agung Dewa Sakti, Samboja. Dengan capaian 88,89 persen.
Dirinya tidak menyalahkan DPU yang memiliki realisasi kegiatan yang rendah. “Memang, tidak bisa disamakan antara dinas teknis seperti DPU dan OPD layanan seperti RSUD,” ucapnya.
Secara keseluruhan, capaian realisasi saat ini 42,91 persen. Ditargetkan per akhir TW II sudah masuk 50 persen. Dibutuhkan akselerasi percepatan pelaksanaan kegiatan. Minimal tiap OPD harus merealisasi lkam anggaran di atas 40 persen.
“Jika dibandingkan dengan tahun lalu, tahun 2023 jauh lebih baik, dan alami peningkatan capaian kerja,” paparnya.
Kepala DPU Kukar, Wisnu Wardhana Amin, memberikan penjelasan kenapa pelaksanaan kegiatan di lembaganya masih rendah.
“Karena di lapangan masih ada yang belum clear, terkait pembebasan lahan masyarakat. Selama belum dibebaskan, kegiatan belum bisa jalan,” sebutnya.(Andri/#)