src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Program Cek Kesehatan Gratis Kaltim Sukses Jangkau 220 Ribu Warga Sepanjang 2025

Program Cek Kesehatan Gratis Kaltim Sukses Jangkau 220 Ribu Warga Sepanjang 2025

2 minutes reading
Tuesday, 30 Dec 2025 10:37 76 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Kaltim mencatat capaian signifikan sepanjang 2025 dengan menjangkau sekitar 220 ribu warga Kalimantan Timur. Keberhasilan Cek Kesehatan Gratis Kaltim ini menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini kondisi kesehatan.

Hingga akhir tahun, Program Cek Kesehatan Gratis Kaltim, dilansir dari Antara Kaltim, dinilai menjadi bukti nyata sinkronisasi kebijakan nasional Presiden RI dengan visi pembangunan kesehatan daerah yang didukung penuh oleh Gubernur Kalimantan Timur.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, Jaya Mualimin, menyebut capaian Cek Kesehatan Gratis Kaltim tersebut tidak lepas dari antusiasme masyarakat yang tinggi, baik di wilayah perkotaan maupun daerah penyangga.

“Capaian 220 ribu warga ini menunjukkan antusiasme tinggi masyarakat. Kami memastikan seluruh pelayanan, baik di perkotaan maupun wilayah penyangga, berjalan sesuai standar prosedur operasional kesehatan yang ketat,” ujar Jaya di Samarinda.

Menurutnya, Program Cek Kesehatan Gratis Kaltim dirancang secara inklusif dengan menyasar berbagai kelompok usia. Di sektor pendidikan, pemeriksaan kesehatan dilakukan secara menyeluruh terhadap siswa tingkat SD, SMP, hingga SMA.

Langkah ini bertujuan memastikan generasi muda Kalimantan Timur tumbuh dengan kondisi fisik yang sehat dan terpantau sejak dini melalui Cek Kesehatan Gratis Kaltim.

Selain pelajar, kelompok rentan seperti ibu hamil dan bayi baru lahir juga menjadi prioritas utama dalam Program Cek Kesehatan Gratis Kaltim. Fokus layanan diarahkan pada skrining kelainan bawaan serta pemantauan tumbuh kembang anak sejak awal kehidupan.

Jaya menegaskan, melalui Cek Kesehatan Gratis Kaltim, pemerintah daerah berupaya menggeser pola pikir masyarakat dari pengobatan semata menuju pendekatan pencegahan.

“Kami ingin membangun budaya deteksi dini. Jika risiko penyakit kronis seperti hipertensi atau diabetes terdeteksi lebih awal, penanganan akan jauh lebih efektif dan mencegah komplikasi serius di masa depan,” jelasnya.

 

WhatsApp
Berita Terkini, Ikuti Saluran WhatsApp headlinekaltim.co

Gabung

banner pemkab berau baru
LAINNYA
x