22 C
Samarinda
Friday, September 17, 2021

Parpol “Ngumpul” di Satu Paslon, Castro: Petahana Punya Akses Sumber Daya Kekuasaan dan Ekonomi

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Akademisi Fakultas Hukum Universitas Mulawarman Herdiansyah Hamzah menilai Pilkada serentak yang hanya memunculkan pasangan calon tunggal disebabkan praktek monopoli akses terhadap politik dan kekuasaan.

“Jadi kalau kita melihat proses pencalonan, ada kecenderungan soal akses itu memang tidak terbuka ke seluruh masyarakat atau publik. Kecenderungan akses politik itu dimonopoli kalangan tertentu,” kata Castro sapaan akrab Herdiansyah Hamzah, Senin 21 September 2020.

Pada Pilkada BalikpaPAN dan Kutai Kartanegara, menurut Castro, dukungan partai politik yang besar diarahkan ke petahana. Calon petahana mempunyai akses sumber daya berupa kekuasaan dan ekonomi.
“Jadi, persoalan aksi borong dukungan, susah dibantah,” katanya.

Selain itu, fenomena hanya satu calon muncul di Pilkada, tak terlepas disebabkan krisis kader di partai politik.

“Saya heran, kalau teman-teman berpikir bahwa partai politik adalah wadah mendidik menjadi seorang pemimpin. Toh, kenapa partai politik tidak ramai-ramai mencalonkan dirinya sendiri,” kata Castro.

“Setidaknya masing-masing di kabupaten/kota. Anehnya pencalonan terkonsentrasi hanya mengarah kepada kalangan tertentu yaitu petahana. Jadi ada semacam kegagalan rekrutmen dan kaderisasi partai politik,” sambungnya lagi.

Penyebab lain Pilkada yang hanya munculkan satu calon, lanjut dia, yaitu adanya biaya politik tinggi.

“Kalau teman-teman masih ingat proses di awal pendaftaran di partai politik, pasti tahu semua partai memasang tarif. Kendati alasannya untuk biaya saksi, survei dan sebagainya. Saya menyebut itu bagian dari mahar politik. Ini masih level yang kecil. Kita tidak tahu yang di belakang layar,” ujar Castro.

Diketahui, bakal pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud-Thohari Azis maju dengan dukungan 7 partai politik.

Rahmad-Thohari didukung oleh Golkar (11 kursi), PDI Perjuangan (8 kursi), Gerindra (6 kursi) dan PKS (6 kursi). Kemudian, Demokrat (4 kursi), PKB (1 kursi), dan Perindo (1 kursi) dengan jumlah kursi sebanyak 37 kursi. Turut pula PAN mendukung pasangan ini menjadi calon tunggal di Pilkada Balikpapan 2020.

Sedangkan, bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Kukar, Edi Damansyah-Rendi Solihin mendapat dukungan 9 partai yaitu Golkar, PDI Perjuangan, Gerindra, PAN, PKS, NasDem, Perindo, PPP, dan Hanura. Total 40 pemilik kursi di parlemen Kukar mengusung pasangan calon tunggal tersebut di Pilkada Kukar.

Penulis: Amin

Komentar

- Advertisement -

LIHAT JUGA

- Advertisement -

TERBARU

Komentar