Beranda BUMI ETAM Giliran Petugas Senior Ambulan 119 RS AWS Direnggut COVID-19

Giliran Petugas Senior Ambulan 119 RS AWS Direnggut COVID-19

Giliran Petugas tenaga kesehatan Senior Ambulan 119 RS AWS Direnggut COVID-19 - headlinekaltim
Almarhum Ahmad 'Bang Jek' Mudzakir semasa hidup. (Foto: isitimewa)
Advertisement

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Tenaga kesehatan yang meninggal akibat COVID-19 di Kalimantan Timur bertambah. Kali ini, seorang perawat senior yang bertugas di fasilitas Ambulan 119 Rumah Sakit AW Sjahranie atas nama Ahmad Mudzakir wafat.

“Beliau tenaga kesehatan atau perawat senior, kepala AGD (Ambulan Gawat Darurat) 119 RS AWS. Usia almarhum 50 tahun. Masuk RS AWS tanggal 12 September dan terkonfirmasi positif hingga meninggal hari ini,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda, Ismed Kusasih, Kamis 17 September 2020.

Dikatakan Ismed, almarhum Ahmad Mudzakir dipanggil akrab ‘Bang Jek’ oleh tim 112 Call Center Dinas Kominfo Pemkot Samarinda. Semasa hidup, almarhum aktif sekali memberi pengetahuan dan wawasan kepada relawan ambulan se-Kota Samarinda.

“Anak-anak 112 memanggilnya Bang Jek, sebagai pembina AGD (ambulance gawat darurat) 119. Semua relawan ambulan di Samarinda terfasilitasi pelatihan bantuan sebagai hidup dasar dari beliau. Insya Allah menjadi amal jariyah beliau. Terima kasih, Bang Jek,” kata Ismed.

Sementara itu, data perkembangan terbaru hari ini per Kamis 17 September terdapat penambahan pasien positif COVID-19 di Samarinda sebanyak 66 orang. Ada penambahan pasien COVID-19 yang sembuh sebanyak 46 orang.

“Pasien yang dirawat dengan COVID-19 di seluruh rumah sakit di Samarinda termasuk RS Karantina berjumlah 145 orang dan pasien yang melakukan isolasi mandiri 334 orang,” kata Ismed.

Baca Juga  Sengkarut SK B1-KWK PKB dan PAN Dibawa Dua Bakal Paslon Pilkada Kukar, Begini Sikap KPU

Sementara itu, Direktur RSUD AWS dr.David Hariadi Masjhoer menambahkan almarhum Ahmad Mudzakir semasa hidupnya telah memberikan kontribusi dan pengabdian yang besar di dunia kesehatan, utamanya di RSUD AWS.

“Beliau juga dikenal sebagai pribadi yang baik, ramah dan peduli kepada sesama serta sering melatih nakes dan awam untuk penanganan kegawatdaruratan termasuk kepada calon Tenaga kesehatan Haji Indonesia (TKHI) Provinsi Kaltim,” kata dr David.

Keluarga besar RSUD AWS sangat kehilangan atas kepergian almarhum dan mendoakan semoga amal ibadah almarhum diterima oleh Allah SWT dan keluarga yang ditinggal diberi ketabahan dan kesabaran,” bebernya.

Sebelumnya, beberapa tenaga kesehatan sudah ada yang meninggal akibat COVID-19 di Kaltim khususnya Samarinda. Media ini mencatat, Direktur Rumah Sakit Hermina Samarinda Dr Endah Malahayati meninggal dunia pada 3 September 2020 lalu. Dr Endah meninggal berusia 55 tahun terkonfirmasi positif COVID-19.

Sebelumnya, dr Edi Syahputra Nasution, mantan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Samarinda, meninggal pada 27 Agustus 2020 lalu juga akibat COVID-19.

Penulis: Amin

Komentar
Advertisement