src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Berau Replikasi 25 Kelurahan/Kampung Ramah Perempuan dan Peduli Anak, Upaya Cegah Kekerasan

Berau Replikasi 25 Kelurahan/Kampung Ramah Perempuan dan Peduli Anak, Upaya Cegah Kekerasan

3 minutes reading
Monday, 21 Jul 2025 15:39 224 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Kabupaten Berau kembali mereplikasi 25 Kelurahan/Kampung Ramah Perempuan dan Peduli Anak (K2RPPA) yang diluncurkan pada Senin, 21 Juli 2025 di Balai Mufakat. Kegiatan ini juga dilanjutkan dengan Bimbingan Teknis Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) selama dua hari.

Mewakili Bupati Berau Sri Juniarsih, Staf Ahli Bupati Berau Bidang Pembangunan dan Ekonomi, Rusnan Hefni, menyampaikan, kegiatan ini dapat memperkuat komitmen dan kepedulian bersama terhadap perempuan dan anak. Mereka memiliki peranan penting untuk menyukseskan program pembangunan kampung dan daerah.

“Pastikan semua anak mendapatkan pengasuhan berbasis hak anak, tidak terjadi kasus kekerasan hingga perkawinan pada anak,” tuturnya.

Agenda K2RPPA ini merupakan suatu inisiatif positif yang sangat memerlukan dukungan dari berbagai pihak. Rusnan berharap, melalui penandatanganan komitmen ini, Kabupaten Berau benar-benar siap menjadi kota yang ramah perempuan dan peduli anak.

“Ini bukan ajang serimoni sesaat, tetapi mampir diimplementasikan pada seluruh lini yang menyangkut kepentingan perempuan dan anak di Kabupaten Berau,” jelasnya.

Perwakilan Kementerian PPPA RI, Asisten Deputi PUG Bidang Politik dan Hukum, Iib Ilham Firman memberikan apresiasi kepada Kabupaten Berau yang konsisten untuk mereplikasi K2RPPA ini. Program ini menjawab persoalan terhadap perempuan dan anak di tengah masyarakat.

“Persoalan pekerjaan anak hingga perkawinan anak itu selalu muncul, sehingga dalam indeks ketimpangan gender kita, itu memberikan kontribusi yang besar terhadap tingginya ketimpangan gender yang kita alami,” jelasnya.

Oleh karena itu, peran dari lintas OPD juga sangat penting. Perlu ditingkatkan komitmen bersama agar kegiatan ini dapat berjalan secara optimal.

Perwakilan DPPPA Kaltim (Fasda) Nova Paranoan menuturkan, khusus di Kabupaten Berau kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak cukup banyak. Ini sangat memprihatinkan. Sebagai upaya pencegahan kekerasan perempuan dan anak, pihaknya juga bekerjasama dengan lembaga layanan salah satunya UPTD.

“Di Berau sudah ada PUSPAGA, harapannya ke depan PUSPAGA ini bisa diberdayakan dan dimanfaatkan untuk pencegahan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak,” tegasnya.

Ia meminta kepada Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Berau bersinergi dengan UPTD untuk mengatasi dan mencegah kekerasan, serta merehabilitasi kembali kasus-kasus kekerasan tersebut.

“Menurut saya ini program yang paling bagus dan menarik untuk dilaksanakan, walaupun hanya 10 indikator tapi itu merangkum semua kebutuhan kita membentuk generasi emas, melindungi perempuan dan anak dari kekerasan,” ujarnya.

Kepala DPPKBP3A Berau, Rabiatul Islamiah membeberkan, peluncuran ini merupakan kali ketiga dilaksanakan. Pertama, pada tanggal 25 Juli 2022 di Kampung Labanan Jaya dan Labanan Makmur. Kedua, 16 November 2022 di Kampung Maluang. Dan pada 21 Juli 2025 kembali direplikasi ke 25 kelurahan/kampung di Kabupaten Berau.

“Kegiatan ini diharapkan dapat memicu kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, serta perlindungan perempuan dan anak,” pungkasnya. (Adv/Riska)

banner pemkab berau baru
LAINNYA
x