src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Andi Satya Terpilih Aklamasi Pimpin Golkar Samarinda

Andi Satya Terpilih Aklamasi Pimpin Golkar Samarinda

waktu baca 3 menit
Sabtu, 8 Agu 2026 18:08 31 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA — Andi Satya Adi Saputra resmi terpilih sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Samarinda melalui Musyawarah Daerah (Musda) XI yang digelar di Hotel Fugo, Sabtu 8 Agustus 2026. Ia ditetapkan secara aklamasi setelah menjadi satu-satunya calon yang maju dalam forum tersebut.

Penetapan ini tidak hanya menandai pergantian kepemimpinan di tubuh Golkar Samarinda, tetapi juga membawa konsekuensi politik ke depan. Berdasarkan komitmen internal Partai Golkar Kalimantan Timur (Kaltim), setiap ketua DPD yang terpilih diwajibkan maju sebagai calon kepala daerah pada pemilihan berikutnya, termasuk Pemilihan Wali Kota Samarinda 2029.

Sekretaris DPD Partai Golkar Kaltim, Muhammad Husni Fahruddin, menjelaskan, ketentuan tersebut merupakan hasil keputusan internal partai di tingkat provinsi. Ditegaskannya, kewajiban itu berlaku untuk seluruh daerah di Kaltim.

“Siapa pun yang terpilih menjadi ketua, syarat utamanya adalah harus maju sebagai calon kepala daerah,” tutur Fahruddin.

Ketentuan tersebut, kata dia, bukan merupakan arahan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP), melainkan komitmen yang telah disepakati melalui pleno DPD Golkar Kaltim. Oleh karena itu, posisi ketua tidak hanya berkaitan dengan konsolidasi partai, tetapi juga kesiapan menghadapi kontes politik. “Kalau hari ini dr. Adi terpilih, maka wajib menjadi calon wali kota Samarinda. Begitu juga daerah lain,” tegasnya.

Musda XI Partai Golkar sendiri berlangsung dengan dinamika yang cukup panjang sebelum akhirnya berujung aklamasi. Sejumlah nama sempat muncul sebagai kandidat. Namun, seluruh pihak sepakat menyatukan dukungan melalui mekanisme musyawarah mufakat.

Husni menyebut, proses tersebut menjadi bagian dari tradisi politik Golkar yang mengedepankan konsolidasi internal dibandingkan kompetisi terbuka. “Semua sudah diselesaikan secara musyawarah mufakat, sehingga seluruh kader bersatu mendukung dr. Adi,” kata dia.

Usai terpilih, Andi Satya menyampaikan bahwa amanah yang diberikan bukan sekadar jabatan struktural, melainkan tanggung jawab untuk mengembalikan kekuatan Golkar di Samarinda. Ia menilai, kerja-kerja politik ke depan harus dibuktikan melalui kinerja nyata, bukan hanya wacana.

“Ini amanah besar bagi kami dan kami berharap bisa membawa kejayaan Partai Golkar di Kota Samarinda,” ujar Andi Satya.

Terkait kewajiban maju di Pilwali 2029, ia mengakui hal tersebut memang menjadi bagian dari pembahasan dalam Musda. Namun, ia menekankan proses pencalonan tetap mengikuti mekanisme partai, terutama keputusan dari DPP.

Dikatakannya, kesiapan secara pribadi bukan menjadi satu-satunya faktor penentu dalam kontestasi politik. “Kalau ditanya siap atau tidak, kami siap. Tapi keputusan ada di DPP dan tentu juga melihat keinginan masyarakat,” lanjutnya.

Ia juga menegaskan, saat ini dirinya belum ingin terlalu jauh membahas kontestasi Pilwali. Fokus utama yang ingin dijalankan adalah memperkuat posisi Golkar di Samarinda sekaligus menjalankan tugas sebagai anggota DPRD Provinsi Kaltim.

Dalam lima tahun ke depan, Andi Satya menargetkan peningkatan perolehan kursi Golkar di DPRD Kota Samarinda. Saat ini, partai tersebut menempati posisi kedua setelah Partai Gerindra dengan delapan kursi, dan ia berharap jumlah tersebut dapat bertambah pada pemilu berikutnya.

Selain itu, Andi Satya juga mendorong adanya regenerasi kader, khususnya dengan membuka ruang lebih besar bagi perempuan dan generasi muda untuk terlibat dalam politik. “Kita ingin ke depan komposisinya agak sedikit berubah jika ada tambahan anggota perempuan yang menjadi anggota DPRD, syukur-syukur ada dari Gen Z dan juga dari milenial yang bisa ikut bergabung di Partai Golkar dan duduk menjadi anggota DPRD Kota Samarinda,” harap dia. (Retno)

LAINNYA
x