23.2 C
Samarinda
Thursday, July 18, 2024

71 Akademisi Tandatangani Penolakan Pengesahan UU Cipta Kerja

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Sebanyak 71 akademisi dari sejumlah universitas telah menandatangani petisi penolakan terhadap pengesahan Omnibus Law UU Cipta Kerja, Senin 5 Oktober 2020. Salah satu akademisi dari Fakultas Hukum Universitas Mulawarman, Herdiansyah Hamzah.

Penolakan UU Cipta Kerja dikarenakan berisikan pasal-pasal bermasalah yang dapat melanggar UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan Pancasila.

Apalagi, selama proses penyusunan Omnibus Law RUU Cipta kerja telah mengenyampingkan aspirasi publik. DPR RI tak mampu mendengar apa yang menjadi dampak bagi hak-hak dasar warga.

RUU Cipta Kerja dibentuk tidak sesuai prosedur. Terlebih lagi, semua proses pembentukan hukum ini dilakukan di masa pandemi sehingga sangat membatasi upaya memberi aspirasi untuk mencegah pelanggaran hak-hak asasi manusia,” kata Castro, sapaan akrab Herdiansyah Hamzah.

“Mempertimbangkan permasalahan mendasar tersebut dan serta menyimak potensi dampak kerusakan yang akan ditimbulkannya secara sosial-ekonomi maka kami tegas menolak disahkannya RUU Cipta Kerja (Omnibus Law),” kata Castro lagi.

Sejumlah daftar pernyataan penolakan akademisi terhadap UU ini karena terdapat masalah mendasar pada muatan pasal-pasalnya, seperti:

  1. Sentralistik rasa Orde Baru. Terdapat hampir 400-an pasal yang menarik kewenangan kepada Presiden melalui pembentukan peraturan presiden;
  1. Antilingkungan hidup. Terdapat pasal-pasal yang mengabaikan semangat perlindungan lingkungan hidup, terutama terhadap pelaksanaan pendekatan berbasis resiko serta semakin terbatasnya partisipasi masyarakat;
  1. Liberalisasi Pertanian. Tidak akan ada lagi perlindungan petani ataupun sumberdaya domestik, semakin terbukanya komoditi pertanian impor, serta hapusnya perlindungan lahan-lahan pertanian produktif.
  1. Abai terhadap Hak Asasi Manusia. Pasal-pasal tertentu mengedepankan prinsip semata-mata keuntungan bagi pebisnis, sehingga abai terhadap nilai-nilai hak asasi manusia, terutama perlindungan dan pemenuhan hak pekerja, hak pekerja perempuan, hak warga dan lain lain;
  1. Mengabaikan prosedur pembentukan UU. Metode ‘omnibus law’ tidak diatur dalam UU No.12 Tahun 2011 jo UU No. 15 Tahun 2019 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan.

Adapun deretan akademisi yang telah bertanda tangan menolak UU Cipta Kerja yaitu:

  1. Hariadi Kartodihardjo (Institut Pertanian Bogor)
  2. Muhammad Fauzan (FH Unsoed)
  3. Susi Dwi Harijanti (FH Unpad)
  4. Abdil Mughis Mudhoffir (Sosiologi Universitas Negeri Jakarta)
  5. Feri Amsari (FH Universitas Andalas)
  6. Dian Noeswantari (Pusham Ubaya Surabaya)
  7. Beni Kurnia Illahi (FH Universitas Bengkulu)
  8. Hendriko Arizal (FH Universitas Bung Hatta)
  9. Herlambang P. Wiratraman (FH Universitas Airlangga)
  10. Satria Unggul W.P (FH Universitas Muhammadiyah Surabaya).
  11. Mohammad Isa Gautama (FIS Universitas Negeri Padang).
  12. Herdiansyah Hamzah (FH Universitas Mulawarman)
  13. Haris Retno (FH Universitas Mulawarman)
  14. Sri Murlianti (Fisip Universitas Mulawarman)
  15. M.H.R. Tampubolon (FH. Universitas Tadulako)
  16. Maradona (FH Universitas Airlangga)
  17. Fajri M. Muhammadin (FH Universitas Gadjah Mada)
  18. HS Tisnanta (FH Universitas Lampung)
  19. Heru Susetyo (FH Univ Indonesia)
  20. Khairani Arifin (FH Universitas Syiah Kuala)
  21. Tanius Sebastian (FH Universitas Parahyangan)
  22. Wendra Yunaldi (FH Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat)
  23. Alif Raimulan (Fisip Universitas Mulawarman)
  24. Andri G. Wibisana (FH Universitas Indonesia)
  25. Charles Simabura (FH Univ. Adalas)
  26. Adi Rahman (Fisip Universitas Mulawarman
  27. Saiful Mahdi (FMIPA Universitas Syiah Kuala)
  28. Jupri (FH Univ. Ichsan Gorontalo)
  29. Safarni Husain (FH Universitas Mulawarman)
  30. Amelia Rizky Yunianty (FISIP Universitas Mulawarman)
  31. Wiwik Harjanti (FH Universitas Mulawarman)
  32. Sonny Sudiar (FISIP Universitas Mulawarman)
  33. Fachrizal Afandi (FH Universitas Brawijaya)
  34. Devi Rahayu (FH UTM Bangkalan)
  35. Budiman (Fisip Universitas Mulawarman)
  36. Joeni A. Kurniawan (FH Universitas Airlangga)
  37. Bill Nope (FH Undana)
  38. Abdurrahman Sidik (FISIP Universitas Mulawarman)
  39. Harry Setya Nugraha (FH Unmul)
  40. Hesti Armiwulan (FH UBAYA)
  41. Dhia Al Uyun (FH UB Malang)
  42. Rafiqa Qurrata A’yun (FH Universitas Indonesia)
  43. Ubedilah Badrun (Sosiologi UNJ)
  44. Syaifudin (Sosiologi UNJ)
  45. Robertus Robet (Sosiologi UNJ)
  46. Rakhmat Hidayat (Sosiologi UNJ)
  47. Abdi Rahmat (Sosiologi UNJ)
  48. Abdul Rahman (Sosiologi UNJ)
  49. Rusfadia Saktiyanti (Sosiologi UNJ)
  50. Umar Baihaqi (Sosiologi UNJ)
  51. Meila Riskia (Sosiologi UNJ)
  52. Basuki Wasis (IPB)
  53. Rachmad Safa’at (FH Universitas Brawijaya)
  54. Bivitri Susanti (STIH Jentera)
  55. Rr. Diah Asih Purwaningrum (Arsitektur ITB)
  56. Rachman Maulana Kafrawi (FH Universitas Hang Tuah  Surabaya)
  57. Rahman (UIN Alaudin)
  58. Warkhatun Najidah (FH Unmul)
  59. Sholihin Bone (FH Unmul)
  60. Orin Gusta Andini (FH Unmul)
  61. Zulkifli Abdullah (Fisip Unmul)
  62. M. Amin Kadafi (FEB Unmul)
  63. Inge Christanti (Pusat Studi HAM Univ. Surabaya)
  64. Estu Putri W (Sosiologi Universitas Indonesia)
  65. Rizki Setiawan (Sosiologi Untirta)
  66. Achmad Siswanto (Sosiologi UNJ)
  67. Syukron Salam (FH UNNES)
  68. Solikin ( STIH AWANG LONG SAMARINDA)
  69. JAIDUN (FH Widyagama Mahakam Samarinda)
  70. Suwardi Sagama (Fasya IAIN SAMARINDA)
  71. 71.Murjani Zuhri (Fak.Syariah IAIN Samarinda).

 

Penulis: Amin

 

- Advertisement -

LIHAT JUGA

- Advertisement -

TERBARU

POPULER