src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Ilustrasi. Penderita darah tinggi perlu membatasi makan ikan asin karena kandungan garamnya yang tinggi. (iStockphoto/andersboman)
HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Tekanan darah tinggi menjadi perhatian penting karena pola makan sehari-hari sangat berpengaruh terhadap kondisi tekanan darah dalam tubuh. Dilansir dari CNN Indonesia, penderita hipertensi atau darah tinggi perlu lebih selektif dalam memilih makanan, terutama yang mengandung kadar garam tinggi seperti ikan asin.
Hipertensi merupakan kondisi ketika tekanan darah berada di atas batas normal. Jika tidak dikendalikan, kondisi ini dapat meningkatkan risiko penyakit serius seperti stroke, serangan jantung, hingga gagal jantung.
Sejumlah sumber kesehatan menyebutkan bahwa ikan asin termasuk makanan dengan kandungan garam tinggi. Organisasi kesehatan Blood Pressure UK (BPUK) menjelaskan bahwa konsumsi garam berlebih menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya tekanan darah.
Karena itu, penderita darah tinggi disarankan untuk membatasi konsumsi ikan asin. National Health Service (NHS) Inggris bahkan merekomendasikan asupan garam harian tidak lebih dari enam gram guna menjaga tekanan darah tetap stabil.
Selain ikan asin, beberapa makanan lain yang tinggi garam juga perlu dihindari, seperti saus tomat, sup kalengan, kaldu instan, kecap, acar, hingga makanan olahan seperti sosis, daging asap, dan nugget.
Mengurangi asupan garam secara signifikan terbukti membantu menurunkan risiko hipertensi. Meski begitu, bukan berarti penderita harus menghindari ikan sepenuhnya.
BPUK menyarankan agar ikan diolah dengan cara yang lebih sehat, misalnya dimarinasi menggunakan lemon, yoghurt, atau rempah-rempah sebagai pengganti garam untuk menambah cita rasa.
Pada awalnya, makanan rendah garam mungkin terasa kurang nikmat. Namun, seiring waktu, lidah akan beradaptasi dan mampu menikmati rasa alami makanan tanpa tambahan garam berlebih.
Selain membatasi konsumsi garam, penderita hipertensi juga perlu menerapkan pola makan sehat secara menyeluruh. Mengacu pada Health Hub Singapura, ada beberapa panduan yang dapat diterapkan.
Pertama, batasi asupan natrium karena konsumsi berlebih dapat meningkatkan tekanan darah. Kedua, kurangi makanan berlemak untuk mencegah kenaikan berat badan yang dapat memperburuk hipertensi.
Ketiga, perbanyak konsumsi makanan berserat seperti buah, sayur, dan biji-bijian utuh yang kaya kalium dan magnesium. Nutrisi tersebut diketahui membantu menurunkan tekanan darah.
Keempat, menjaga berat badan ideal juga menjadi langkah penting dalam mengendalikan hipertensi. Penurunan berat badan, meski tidak terlalu besar, tetap memberikan dampak positif.
Terakhir, batasi konsumsi alkohol karena dapat meningkatkan tekanan darah serta membuat jantung bekerja lebih keras.
Dengan demikian, penderita darah tinggi tetap boleh mengonsumsi ikan, namun sebaiknya menghindari ikan asin dan memilih ikan segar dengan metode pengolahan yang lebih sehat.