src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
(iStockphoto/Tharakorn)HEADLINEKALTIM.CO – Berbagai kebiasaan penyebab usus buntu kerap dilakukan tanpa disadari dalam aktivitas sehari-hari. Mulai dari pola buang air besar, kebersihan tangan, hingga kebiasaan makan tertentu dapat memicu radang usus buntu, gangguan pencernaan, peradangan apendiks, dan masalah kesehatan perut. Jika dibiarkan, kebiasaan penyebab usus buntu ini berpotensi menimbulkan komplikasi serius.
Dilansir dari CNN Indonesia, usus buntu atau apendiks merupakan bagian dari sistem pencernaan yang dapat mengalami peradangan dan menimbulkan rasa nyeri hebat. Penyakit ini paling sering menyerang kelompok usia 10 hingga 30 tahun. Meski sebagian besar gejalanya tergolong ringan, pada beberapa kasus radang usus buntu dapat berkembang menjadi kondisi kronis.
Gejala radang usus buntu umumnya meliputi mual, muntah, sembelit atau diare, sulit buang gas, demam, hilang nafsu makan, perut terasa kembung, hingga muncul dorongan buang air besar yang tidak tuntas. Kondisi tersebut sering kali dipicu oleh kebiasaan penyebab usus buntu yang dianggap sepele.
Berikut sejumlah kebiasaan penyebab usus buntu yang perlu dihindari agar kesehatan pencernaan tetap terjaga.
Kebiasaan ini kerap dilakukan demi menjaga sopan santun, padahal menahan kentut dapat meningkatkan tekanan di dalam perut. Tekanan tersebut berisiko memicu peradangan dan memperparah kondisi apendiks. Oleh karena itu, menahan kentut termasuk kebiasaan penyebab usus buntu yang jarang disadari.
Beberapa jenis buah memiliki biji yang keras dan sulit dicerna. Jika tertelan, biji tersebut dapat menyumbat saluran apendiks. Mengutip Health, meski sebagian besar benda asing akan keluar bersama feses, dalam kasus tertentu benda tersebut bisa terjebak di usus buntu dan memicu infeksi. Kebiasaan ini termasuk kebiasaan penyebab usus buntu yang cukup berisiko.
Sembelit dapat membuat kotoran menumpuk dan mengeras di dalam usus. Mengacu pada Cleveland Clinic, penumpukan kotoran dapat membawa bakteri yang berkembang biak dan memicu peradangan. Kondisi ini menjadi salah satu kebiasaan penyebab usus buntu yang paling berbahaya jika berlangsung lama.
Kebersihan tangan sering dianggap sepele, padahal kuman dan parasit yang menempel dapat masuk ke dalam tubuh saat makan. Infeksi di saluran pencernaan akibat tangan kotor berpotensi memicu radang apendiks. Inilah alasan mengapa jarang cuci tangan juga masuk dalam daftar kebiasaan penyebab usus buntu.
Produk seperti sosis, kornet, dan makanan kalengan mengandung zat tertentu yang dapat memicu peradangan pada saluran cerna. Selain meningkatkan risiko kanker usus, konsumsi berlebihan daging olahan juga termasuk kebiasaan penyebab usus buntu yang patut diwaspadai.
Para ahli menyarankan masyarakat untuk memperbaiki pola hidup sehat guna menekan risiko radang apendiks. Menghindari kebiasaan penyebab usus buntu, menjaga asupan serat, minum air putih yang cukup, serta menerapkan kebersihan diri menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan pencernaan.