src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Pekuburan Desa KBS yang terendam banjir. (Sumber : Istimewa)HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Banjir di wilayah hulu Mahakam yang melanda Desa Kota Bangun Seberang (KBS) Kecamatan Kota Bangun hingga kini belum surut.
Ini dibuktikan dengan kondisi pekuburan Desa KBS yang masih terendam. Akibatnya, jika ada warga meninggal dunia, maka proses penguburan jenazah tak bisa dilakukan.
“Kuburan desa ikut terkena banjir, ” sebut Kades KBS, Abdul Khair, Selasa 5 April 2022, saat rapat penanganan banjir wilayah hulu bersama DPRD Kukar.
Ketua P- APDESI Kukar ini mengungkapkan jenazah warga desa KBS terpaksa dimakamkan ke pekuburan desa tetangga.
“Kami menguburkan warga kami ke kuburan desa sebelah yang tidak alami banjir seperti Desa Kedang Murung, ” sebutnya.
Apakah tidak ada permasalahan jika menguburkan jenazah warga KBS ke desa lain?
Khair memastikan tidak ada masalah. “Karena kita sudah jalin kerja sama dengan desa yang lain terkait kondisi banjir. Kita juga memberikan dana sukarela kepada desa tersebut, ” ucapnya.
Selain kuburan, akses jalan antardesa juga tidak bisa dilalui darat imbas dari banjir. Warga harus menggunakan perahu bertarif Rp 5.000, per orang. Khusus anak sekolah dikenakan tarif Rp 2.000, per anak. “Sisanya yang Rp 3.000 ditanggung pihak desa, ” ucapnya.
Khair menambahkan, pembangunan di Desa KBS memang terkesan lambat karena tidak ada perusahaan yang beroperasi di sana.
Biaya pembangunan ditanggung oleh ADD dan Dana Desa dari pusat serta ada bantuan keuangan dari Provinsi Kaltim dan swadaya masyarakat.
Rata-rata, profesi masyarakat KBS sebagai nelayan dan tukang bangunan. “Makanya setiap ada proyek pembangunan di sana, kami meminta kepada pemborongnya untuk melibatkan warga kami sebagai pekerjanya. Warga kami juga sudah terbiasa dengan pekerjaan seperti tukang,” tuturnya.
Penulis: Andri
Editor: MH Amal