src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> 10 RS Rujukan COVID-19 di Kaltim "Kritis"

10 RS Rujukan COVID-19 di Kaltim “Kritis”

3 minutes reading
Sunday, 11 Jul 2021 13:36 636 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Kenaikan kasus penularan COVID-19 di Kaltim bak “tsunami” yang tak terbendung. Nyaris seluruh rumah sakit rujukan COVID-19 di Kaltim kolaps lantaran kapasitas penuh. Ditambah, banyaknya tenaga kesehatan yang terpapar COVID-19.

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia pun telah memberikan peringatan kepada pemerintah provinsi (Pemprov) Kaltim untuk bersiap menghadapi skenario terburuk dari peningkatan COVID-19 di Bumi Etam.

Berdasarkan data Kemenkes per Sabtu 10 Juli 2021, dari 16 rumah sakit di Kaltim, ruang IGD di 12 rumah sakit penuh. 4 IGD di rumah sakit rujukan tersisa 31 tempat tidur.

Lonjakan kasus di Kaltim ini disebut memasuki awal gelombang kedua, yang diperkirakan puncaknya terjadi di bulan Agustus 2021.

Sementara itu, headlinekaltim.co mencoba mencari informasi seputar ketersediaan IGD di rumah sakit rujukan untuk pasien COVID-19 di Kaltim melalui sistem SIRANAP 3.0 milik resmi Kementerian Kesehatan RI, melalui website https://link.kemenkes.go.id/NewSirnap.

Sistem tersebut untuk mempermudah masyarakat dalam mendapatkan informasi terbaru seputar ketersediaan tempat tidurnya IGD beserta jumlah antrian pasien, dengan waktu update setiap 3 jam.

Dari 10 kabupaten/kota, hanya 5 kabupaten/kota yang menyediakan layanan untuk pasien rujukan COVID-19. Yakni Samarinda, Balikpapan, Kutai Kartanegara, Berau, Kutai Timur. Sedang 5 kabupaten/kota lainnya, yakni Paser, Kutai Barat, Paser Panajam Utara, Mahakam Ulu dan Bontang tanpa ada layanan rujukan pasien COVID-19.

Hingga pukul 08.45 WITA, pada Minggu 11 Juli 2021, nyaris rumah sakit rujukan COVID-19 di Kaltim penuh. Bahkan banyak diantara pasien rujukan COVID-19 masuk dalam daftar tunggu.

1. Samarinda terdapat 4 rumah sakit rujukan COVID-19. Yakni :
– RSUD AW Sjahranie. Saat ini bed IGD penuh, dengan antrian 20 pasien . Update 27 jam yang lalu.
– RSUD IA Moeis. Saat ini bed IGD penuh tanpa antrian pasien. Update 22 jam yang lalu.
– RS Jiwa Atma Husada Mahakam. Bed IGD penuh tanpa antrian pasien. Update 21 jam yang lalu.
– RS Hermina Samarinda. Bed IGD penuh, dengan antrian 4 pasien. Update 16 jam yang lalu.

2. Kutai Kartanegara terdapat 1 rumah sakit rujukan pasien COVID-19. Yakni RSUD Aji Muhammad Parikesit. Tersedia 30 bed kosong IGD.

3. Balikpapan terdapat 3 rumah sakit rujukan COVID-19, yakni :
– RSUD Beriman, terdapat 13 bed kosong IGD. Update 23 jam lalu.
– RS TK II Dr R Hardjanto. Bed IGD penuh. Update 22 jam lalu.
– RS Siloam Hospital Balikpapan. IGD Penuh dengan antrian 4 pasien.

4. Berau terdapat 1 rumah sakit rujukan COVID-19, yakni RSUD Dr Abdul Rivai yang menyisakan 1 bed kosong IGD. Update 23 jam lalu.

5. Kutai Timur terdapat 1 rumah sakit rujukan COVID-19 yakni, RSUD Kudungga. Bed IGD penuh. Update 1 jam lalu.

RSUD AW Sjahranie sendiri saat ini terpaksa melakukan penutupan layanan penerima pasien rujukan COVID-19 untuk sementara waktu, lantaran penuh. Pihak rumah sakit menerapkan sistem buka tutup. Dalam artian, layanan IGD akan kembali dibuka setelah pasien COVID-19 di ruang IGD telah dipindahkan. Tak hanya itu, 72 petugas RSUD AW Sjahranie ikut terpapar virus COVID-19 sehingga mempengaruhi pelayanan.

“Ruang perawatan COVID penuh sehingga terjadi stagnasi di IGD. Kasusnya semua sedang berat, sehingga perlu perawatan total care, tidak bisa sekedar observasi,” ucap Kepala Instalasi Humas dan PKRS RSUD AW Sjahranie, dr Arysia Andhina pada headlinekaltim.co, Sabtu sore kemarin.

Sekretaris Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kaltim Swandari Paramita memastikan, pihaknya belum melakukan pengusulan penambahan jumlah tenaga kesehatan untuk layanan pasien COVID di sejumlah rumah sakit di Kaltim yang “kedodoran”.

“IDI Kaltim tidak mengusulkan penambahan Nakes,” ucapnya dihubungi media ini, Minggu siang 11 Juli 2021.

Dirinya pun hanya mengimbau kepada seluruh masyarakat Kaltim untuk dapat mematuhi protokol kesehatan guna memutus penularan COVID-19.

“Agar semua pihak mematuhi protokol kesehatan. Itu saja sudah sangat membantu,” tutupnya.

Penulis: Ningsih
Editor: MH Amal

LAINNYA
x