src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Model hanbok ala Korea. Foto: Dok. Instagram @gies_butik.
HEADLINEKALTIM.CO – Baju Lebaran Korea bergaya Hanbok mendadak viral di media sosial jelang Lebaran 2026. Tren baju Lebaran Korea menjadi perbincangan hangat karena memadukan konsep modest wear khas Muslim dengan sentuhan elegan busana tradisional Korea yang unik dan modern.
Dilansir dari CNN Indonesia, tren baju Lebaran Korea dengan potongan menyerupai Hanbok bermula dari unggahan salah satu toko busana di Pasar Tanah Abang, Jakarta, yakni Gies Butik. Koleksi tersebut langsung menyita perhatian warganet karena menghadirkan desain yang berbeda dari busana Lebaran pada umumnya.
Unggahan viral tersebut menampilkan koleksi bertajuk Sonmi Dress Hanbok Korea Style. Produk ini menjadi sorotan karena menghadirkan konsep baju Lebaran Korea yang menggabungkan dress panjang sebagai inner dan outer bergaya Hanbok yang dapat dilepas pasang sesuai kebutuhan pemakai.
Dalam unggahannya, pihak Gies Butik menjelaskan bahwa desain baju Lebaran Korea ini terinspirasi dari keanggunan Hanbok tradisional yang kemudian dipadukan dengan sentuhan modern khas brand mereka. Perpaduan tersebut menghasilkan tampilan busana yang terlihat feminin, anggun, dan tetap sopan untuk dikenakan saat Hari Raya.
Secara material, baju Lebaran Korea ini dibuat menggunakan kombinasi sutra foyogu yang memberikan kesan mewah dan jatuh. Selain itu, kain sutra tersebut dipadukan dengan aksen ceruti yang lembut sehingga menciptakan siluet busana yang ringan dan nyaman dikenakan.
Respons warganet terhadap tren baju Lebaran Korea pun terbilang positif. Banyak pengguna media sosial memuji desainnya yang dinilai unik dan berbeda dari model baju Lebaran yang biasa beredar di pasaran. Tidak sedikit pula yang langsung menanyakan harga serta cara pemesanan koleksi tersebut.
Pemilik Gies Butik, Irma, mengungkapkan bahwa ide menghadirkan baju Lebaran Korea bermula dari pengalaman pribadinya saat melakukan perjalanan ke Negeri Ginseng. Dari sana, ia mendapatkan inspirasi untuk mengadaptasi keanggunan Hanbok ke dalam konsep busana Muslim modern.
Menurut Irma, ia ingin menghadirkan baju Lebaran Korea yang tetap mencerminkan karakter perempuan Indonesia. Oleh karena itu, desain Hanbok dimodifikasi dengan potongan yang lebih sopan, siluet yang menutup aurat, serta detail yang sesuai dengan selera pasar lokal.
Koleksi baju Lebaran Korea ini diketahui mulai diproduksi sejak tahun 2025. Seiring meningkatnya minat pasar, Gies Butik pun terus menambah jumlah produksi agar mampu memenuhi permintaan yang terus bertambah.
“Pembeli lokal dan luar negeri, terutama Malaysia, sering kali borong di toko Gies,” ujarnya.
Menariknya, peminat baju Lebaran Korea tidak hanya datang dari pasar lokal. Irma menyebutkan bahwa pembeli dari luar negeri, khususnya Malaysia, juga kerap memborong koleksi tersebut dalam jumlah besar.
Fenomena ini menunjukkan bahwa tren baju Lebaran Korea memiliki potensi pasar yang luas, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di kawasan Asia Tenggara. Perpaduan budaya Korea dengan konsep modest fashion dinilai mampu menarik minat lintas negara.
Untuk konsumen yang ingin tampil berbeda saat Hari Raya, baju Lebaran Korea ini dipasarkan dengan harga mulai dari Rp325 ribu. Rentang harga tersebut dinilai cukup terjangkau jika dibandingkan dengan desain yang unik serta penggunaan material premium.