src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Tips Olahraga saat Puasa agar Tetap Bugar

Tips Olahraga saat Puasa agar Tetap Bugar

3 minutes reading
Wednesday, 4 Mar 2026 13:49 50 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO – Tips olahraga saat puasa menjadi kunci menjaga kebugaran tubuh selama Ramadan. Dengan menerapkan tips olahraga saat puasa yang tepat, kesehatan jantung, paru-paru, dan stamina tetap terjaga tanpa risiko kelelahan berlebih. Olahraga saat puasa yang dilakukan secara terukur juga membantu tubuh tetap aktif meski terjadi perubahan pola makan dan istirahat.

Dilansir dari RRI Samarinda, Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI menyarankan masyarakat tetap beraktivitas fisik selama Ramadan. Namun, intensitas yang dipilih sebaiknya ringan hingga sedang agar olahraga saat puasa tidak membebani tubuh secara berlebihan.

Panduan intensitas ini sejalan dengan rekomendasi World Health Organization (WHO). Organisasi tersebut menjelaskan bahwa intensitas sedang ditandai dengan meningkatnya detak jantung, tetapi seseorang masih mampu berbicara dengan lancar saat berolahraga. Prinsip ini penting diterapkan dalam tips olahraga saat puasa agar tubuh tidak mengalami stres fisik.

Selain intensitas, pemilihan waktu juga menjadi faktor krusial dalam olahraga saat puasa. Studi yang dipublikasikan dalam Frontiers in Nutrition (2021) menyebutkan ada dua waktu yang relatif aman untuk beraktivitas fisik selama Ramadan.

Pilihan pertama dalam tips olahraga saat puasa adalah 30 hingga 60 menit sebelum berbuka. Waktu ini dinilai efektif untuk pembakaran lemak. Namun, risiko hipoglikemia bisa muncul jika olahraga saat puasa dilakukan dengan intensitas terlalu berat.

Sementara itu, waktu paling optimal secara fisiologis adalah dua sampai tiga jam setelah berbuka. Pada fase ini, cadangan glikogen tubuh sudah terisi kembali sehingga olahraga saat puasa menjadi lebih aman dan risiko cedera dapat ditekan secara signifikan.

Aspek hidrasi juga tidak boleh diabaikan dalam tips olahraga saat puasa. Menurut Cleveland Clinic (2023), kunci utama menjaga performa bukan hanya durasi latihan, tetapi pengaturan cairan tubuh. Selama Ramadan, kebutuhan cairan harus dipenuhi secara bertahap antara waktu berbuka hingga sahur.

Anjuran umum menyebutkan konsumsi minimal delapan hingga dua belas gelas air setiap malam untuk mencegah dehidrasi sistemik. Tanpa manajemen cairan yang baik, olahraga saat puasa berisiko memicu gangguan fungsi organ.

Pakar Kedokteran Olahraga, Michael Triangto, Sp.KO, menyarankan penambahan minuman elektrolit setelah aktivitas intens. Asupan ini membantu mengganti ion tubuh yang hilang melalui keringat sehingga pemulihan pasca olahraga saat puasa berlangsung lebih cepat.

Berdasarkan publikasi di Journal of Sports Medicine and Physical Fitness, durasi aman olahraga saat puasa berkisar antara 30 hingga 45 menit dengan frekuensi tiga sampai lima kali per minggu. Konsistensi dinilai lebih penting dibandingkan latihan berat yang jarang dilakukan.

Masyarakat juga perlu mengenali tanda bahaya seperti pusing berputar, kram otot hebat, napas tersengal tidak terkontrol, mual, hingga penglihatan kabur. British Nutrition Foundation mengingatkan agar aktivitas segera dihentikan jika gejala tersebut muncul saat olahraga saat puasa.

Dengan menerapkan tips olahraga saat puasa secara disiplin, tubuh dapat tetap bugar hingga akhir Ramadan. Pengaturan waktu, intensitas, durasi, serta kecukupan cairan menjadi fondasi utama agar olahraga saat puasa memberikan manfaat maksimal tanpa membahayakan kese

 

WhatsApp
Berita Terkini, Ikuti Saluran WhatsApp headlinekaltim.co

Gabung

banner pemkab berau baru
LAINNYA
x