src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Ilustrasi. Gejala kanker ginjal. (istockphoto/blueshot) HEADLINEKALTIM.CO – Topik gejala kanker ginjal kembali menjadi perhatian publik. Hal ini menyusul kabar meninggalnya penyanyi Vidi Aldiano pada Sabtu, 7 Maret 2026 setelah berjuang selama enam tahun melawan kanker ginjal.
Dilansir dari CNN Indonesia, selama menjalani pengobatan, Vidi Aldiano kerap membagikan perkembangan kondisinya melalui media sosial. Pada 2023, ia mengungkapkan bahwa kanker yang dideritanya telah bermetastasis atau menyebar ke bagian tubuh lain.
Kabar tersebut membuat banyak orang kembali bertanya mengenai apa sebenarnya kanker ginjal serta gejala kanker ginjal yang perlu diwaspadai sejak dini.
Spesialis penyakit dalam konsultan hematologi-onkologi, Andhika Rachman, menjelaskan bahwa kanker ginjal merupakan penyakit keganasan yang berasal dari sel-sel ginjal, khususnya sel epitel pada tubulus ginjal yang berfungsi menyaring urine.
Jenis kanker ginjal yang paling sering ditemukan pada orang dewasa adalah Renal Cell Carcinoma (RCC).
“RCC mencakup sekitar 85 hingga 90 persen dari seluruh jenis kanker ginjal,” ujar Andhika mengutip Detik.
Menurut Andhika, salah satu tantangan dalam mendeteksi gejala kanker ginjal adalah karena pada tahap awal penyakit ini sering kali tidak menunjukkan tanda yang jelas.
Dalam banyak kasus, kanker ginjal justru ditemukan secara tidak sengaja ketika pasien menjalani pemeriksaan radiologi seperti USG atau CT scan untuk memeriksa kondisi kesehatan lainnya.
Namun ketika tumor mulai berkembang dan membesar, sejumlah gejala kanker ginjal dapat mulai dirasakan oleh pasien. Dalam dunia medis terdapat tiga tanda utama yang dikenal sebagai triad klasik kanker ginjal.
Tiga gejala tersebut meliputi darah pada urine atau hematuria, nyeri pada area pinggang atau punggung bagian samping, serta munculnya benjolan di sekitar perut atau pinggang.
“Ketiga tanda ini dikenal sebagai triad klasik kanker ginjal, meskipun dalam praktiknya tidak selalu muncul pada semua pasien,” kata Andhika.
Selain triad klasik tersebut, gejala kanker ginjal juga dapat muncul dalam bentuk lain seiring perkembangan penyakit. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain urine yang berubah warna menjadi merah, merah muda, atau kecokelatan seperti cola.
Pasien juga dapat mengalami nyeri punggung atau nyeri di bagian samping tubuh yang tidak kunjung hilang. Gejala lain yang sering muncul adalah penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, hilangnya nafsu makan, kelelahan ekstrem, serta demam yang datang dan pergi tanpa penyebab pasti.
Pada stadium lanjut, gejala kanker ginjal dapat menjadi lebih luas karena sel kanker telah menyebar ke organ lain. Kondisi tersebut dapat menyebabkan anemia, nyeri tulang, hingga batuk kronis apabila penyebaran terjadi ke paru-paru.
“Karena itu, penting bagi masyarakat untuk memeriksakan diri jika mengalami darah dalam urine atau nyeri pinggang yang menetap,” ujar Andhika.
Penyebab pasti mutasi DNA pada sel ginjal hingga berkembang menjadi kanker memang belum diketahui secara pasti. Namun sejumlah faktor diketahui dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kanker ginjal.
Beberapa faktor risiko tersebut antara lain kebiasaan merokok, obesitas, serta tekanan darah tinggi yang dapat meningkatkan beban kerja ginjal.
Selain itu, risiko kanker ginjal juga dapat meningkat pada pasien yang menjalani dialisis jangka panjang atau terpapar bahan kimia industri tertentu.
Faktor genetik juga turut berperan dalam beberapa kasus, seperti pada penderita kelainan genetik von Hippel-Lindau disease, Birt-Hogg-Dube syndrome, maupun tuberous sclerosis complex yang berkaitan dengan pertumbuhan tumor pada ginjal.
Meski tidak ada cara yang benar-benar dapat mencegah kanker ginjal, sejumlah langkah gaya hidup sehat dapat membantu menurunkan risikonya. Beberapa di antaranya adalah berhenti merokok, menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga minimal 30 menit setiap hari, serta mengontrol tekanan darah.
Selain itu, masyarakat juga disarankan memperbanyak konsumsi buah dan sayur serta membatasi konsumsi alkohol guna menjaga kesehatan ginjal dan menurunkan risiko penyakit kronis.