23.6 C
Samarinda
Jumat, Agustus 6, 2021

#TangkapAnakPakLurah Menggema di Twitter, Gibran Tantang Pembuktian

HEADLINEKALTIM.CO, SOLO — Warganet menggaungkan tanda pagar (tagar) #TangkapAnakPakLurah hingga jadi trending topic Twitter untuk Indonesia sejak Senin 21 Desember 2020.

Diduga tagar tersebut merujuk ke putra sulung Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka terkait kasus tipikor bansos Covid-19 yang menyeret Menteri Sosial Juliari Batubara sebagai tersangka.

Menanggapi tagar tersebut, Gibran menantang pihak yang menuduhnya terlibat kasus korupsi Bansos Covid-19. Ia bahkan siap ditangkap seandainya terbukti menerima aliran dana ilegal tersebut.

“Tangkap saja kalau salah. Tangkap saja kalau ada buktinya. Tapi saya tegaskan sekali lagi, saya tidak pernah Ikut-ikut,” kata pemenang Pilkada Kota Solo 2020 itu usai menyalurkan bantuan asupan gizi kepada warga RT 01 RW 02, Kelurahan Banyuagung, Kecamatan Banjarsari, Senin 21 Desember 2020, dikutip dari CNNIndonesia.com.

Gibran juga menantang agar pihak-pihak yang menuduhnya terlibat dalam korupsi dana bansos membuktikan tuduhan tersebut. Pengusaha yang terjun ke kancah politik mengikuti jejak bapaknya menjadi kader PDIP itu menegaskan sama sekali tidak pernah ikut campur dalam pengadaan tas kain (goodie bag) bansos Covid-19.

“Kalau ada buktinya, sini. Dibuktikan. Enggak ada yang seperti itu. Itu berita-berita yang tidak benar, tidak ada buktinya. Sumbernya juga saya enggak tahu sumbernya dari mana,” kata Gibran.

Ia bahkan menyebut media yang menyebut dirinya merekomendasikan PT Sri Rejeki Isman (Sritex) telah menyebarkan berita bohong.

“Terus terang saya merasa dirugikan. Enak saja membuat berita bohong seperti itu. Dibuktikan saja. Saya juga tidak takut,” katanya.

“Di-crosscheck saja ke KPK. Crosscheck ke Sritex. Kayaknya pihak Sritex juga sudah mengeluarkan statement. Itu berita-berita yang tidak benar dan tidak bisa dibuktikan,” ujar pria yang menang besar dalam Pilkada Kota Solo atas rivalnya yang merupakan kader perseorangan.

Sebelumnya, dalam investigasi majalah Tempo menyebut sejumlah pejabat hingga para calon kepala daerah yang diusung partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu diduga ikut menerima aliran dana dari perkara dugaan suap bansos Covid-19 yang membelit Mensos nonaktif Juliari. Juliari adalah kader PDIP.

Selain itu, Juliari juga disebut secara khusus ditengarai membentuk tim khusus untuk memilih vendor atau perusahaan penyedia paket bahan pokok, penyedia goodie bag, hingga jasa pengiriman bantuan sampai ke kelompok penerima manfaat.

Tercatat ada enam perusahaan yang diduga menerima proyek penyaluran bansos dari Kemensos. Selama beberapa bulan terakhir, mereka mendapat jutaan proyek paket bansos dengan nilai anggaran rata-rata di atas Rp300 miliar.

PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex adalah satu dari enam perusahaan yang ditunjuk Kemensos menggarap proyek pembuatan tas kain untuk penyaluran bansos. Padahal, semula, proyek ini dijanjikan kepada perusahaan kecil dan menengah.

Nama Sritex disebut telah mendapat rekomendasi dari Gibran. Menanggapi pemberitaan tersebut manajemen PT. Sritex membantah dan mengatakan bahwa pihaknya tak pernah berinisiatif untuk meminta proyek pembuatan tas kain penyaluran bansos Covid-19 di Jawa Tengah. Penawaran, menurut Corporate Communication PT Sritex, Joy Citradewi justru datang dari Pihak Kemensos.

Editor: Mh Amal

Berita ini sudah tayang di CNNIndonesia.com, Senin 21 Desember 2020 dengan judul “Gibran soal #TangkapAnakPakLurah: Dibuktikan Saja”

 

Komentar

- Advertisement -spot_img

LIHAT JUGA

- Advertisement -spot_img

TERBARU

spot_img
Komentar