src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Dibangun dengan Uang Rp20 Miliar, Objek Wisata Ini Telantar hingga Besi Pagar Dicuri Maling

Dibangun dengan Uang Rp20 Miliar, Objek Wisata Ini Telantar hingga Besi Pagar Dicuri Maling

2 minutes reading
Tuesday, 14 Apr 2026 21:41 10 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Hampir 11 tahun berdiri, kondisi Taman Replika Kerajaan Nusantara dan Monumen Dunia Tenggarong yang berada di Kelurahan Panji, Kecamatan Tenggarong  kian memprihatinkan. Akibat minim perawatan, beberapa aset di taman tersebut sudah raib dicuri.

‎Kepala Dinas Pekerjaan Umum(PU) Kukar, Wiyono mengakui, rumitnya mengelola taman tersebut.
‎‎”Tidak ada pihak yang mau mengelola, padahal yang terpenting bagaimana bisa difungsikan,” keluh Wiyono, Senin 13 April 2026.

‎Hingga kini, aset tersebut belum jelas hendak diserahkan kepada OPD mana. Apakah Dinas Pariwisata atau dinas lain. Pihaknya juga akan menawarkan kepada  Pemerintah Kecamatan Tenggarong dan Kelurahan Panji. ‎”Masalah lainnya adalah tidak adanya jaringan listrik dan air. Kalau dua komponen itu tidak ada, juga akan percuma. Kita rencanakan bikin rumah penjaga,” ucapnya.



Dinas PU berencana mengajak OPD lain yang berpotensi mengelola taman tersebut untuk bergotong royong metellakukan pembersihan taman. ‎”Kami rencanakan Jumat (17/4) akan kita lakukan bersih-bersih, gotong royong lintas OPD,” ungkapnya.

‎Wakil Ketua DPRD Kukar Abdul Rasid juga menyayangkan objek wisata tersebut tidak terawat dan ditelantarkan. Padahal, untuk membangunnya  pakai duit APBD lumayan besar. Jika taman tersebut aktif sebagai objek wisata, maka diharapkan bisa memberikan dampak kepada masyarakat sekitar taman. ‎”Bisa dilihat secara langsung, taman tersebut tidak terawat,” ucapnya.

‎Rasid menyimpulkan, persoalan utamanya adalah belum ada kejelasan kewenangan pengelolaan. ‎”Jika kewenangan sudah jelas, kemungkinan akan lebih mudah dalam pengelolaannya,” tegasnya.

‎Seorang warga, Herman juga menyayangkan taman tersebut telantar. Dia mengaku sering melihat pelajar yang masih berseragam masuk ke areal taman untuk merokok. ‎”Mungkin kondisinya sepi, jadi dimanfaatkan pelajar bolos sekolah disini,” ujarnya.

‎Media ini melihat secara langsung kondisi taman. Pondasi gapura sudah banyak yang jebol, besi penyangga mulai hilang. Diduga dicuri. Rumput sekitar taman juga lebat, bahkan mulai menutupi jalan masuk taman.

‎Taman replika didirikan pada tahun 2015 pada era Bupati Rita Widyasari dan Kepala Dispar Kukar Sri Wahyuni yang saat ini menjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim. Dana pembangunan mencapai Rp 20 miliar. Di dalam areal taman ada replika gong perdamaian, kedaton kesultanan hingga menara Eiffel Prancis.(Andri)

WhatsApp
Berita Terkini, Ikuti Saluran WhatsApp headlinekaltim.co

Gabung

banner pemkab berau baru
LAINNYA
x