src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Tanah Longsor di KM 28 Loa Janan, Warga Dievakuasi Mandiri – Polisi Pasang Barier Pengaman

Tanah Longsor di KM 28 Loa Janan, Warga Dievakuasi Mandiri – Polisi Pasang Barier Pengaman

waktu baca 3 menit
Jumat, 25 Apr 2025 13:28 402 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kutai Kartanegara dalam beberapa hari terakhir memicu terjadinya tanah longsor di KM 28 Desa Batuah, RT 25, Kecamatan Loa Janan, Kamis malam (24/4/2025). Peristiwa ini mengejutkan warga dan memicu kepanikan ringan di kawasan sekitar, meski arus lalu lintas masih terpantau lancar di dua arah.

Tanah longsor pertama kali dilaporkan oleh Bripka Agus, anggota Polsek Loa Janan yang tengah melaksanakan patroli malam bersama personel Subsektor. Mereka dibantu oleh sejumlah relawan lokal yang sigap turun ke lokasi kejadian.

“Kami telah memasang barier pengaman dan lampu penerangan di titik rawan agar pengendara dapat melihat dengan jelas dan tetap waspada saat melintas dan terhindar dari kecelakaan,” jelas Bripka Agus.

Langkah cepat pihak kepolisian ini mendapatkan apresiasi dari warga sekitar yang khawatir longsor susulan dapat membahayakan pengendara dan pemukiman terdekat.

Pagi hari setelah kejadian, kondisi di lokasi menunjukkan adanya pergeseran tanah lanjutan. Meski belum ada laporan korban jiwa, beberapa warga memilih untuk melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman guna menghindari risiko bencana lanjutan.

Rumah-rumah yang berjarak kurang dari 100 meter dari tebing yang longsor mulai ditinggalkan pemiliknya. Sebagian besar warga mengungsi ke rumah keluarga di desa tetangga, sementara lainnya memilih mendirikan tenda darurat di lahan lapang.

Seorang warga bernama Sukri (48), yang rumahnya hanya berjarak 50 meter dari lokasi longsor, mengatakan ini bukan kejadian pertama.

“Dulu juga pernah longsor, tapi tidak sebesar ini. Sekarang tanah terus bergerak. Kami takut, jadi sementara mengungsi dulu,” ujarnya.

Pihak Polsek Loa Janan telah melakukan koordinasi dengan aparat desa Batuah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan instansi terkait lainnya untuk mengantisipasi kondisi yang kian memburuk. Fokus utama adalah memantau pergerakan tanah serta memastikan warga tidak berada di zona berbahaya.

Kondisi tanah yang masih labil akibat hujan deras berkepanjangan menjadi perhatian utama. Pihak berwenang telah menyampaikan imbauan agar masyarakat menghindari lokasi longsor, terutama saat malam hari ketika visibilitas rendah dan risiko lebih tinggi.

Menurut informasi dari BPBD, curah hujan tinggi selama seminggu terakhir membuat kontur tanah di kawasan perbukitan sekitar KM 28 menjadi tidak stabil. Mereka tidak menutup kemungkinan terjadinya longsor susulan, terutama bila hujan kembali mengguyur dengan intensitas sedang hingga tinggi.

Meski hingga saat ini jalan masih bisa dilalui kendaraan, pengendara tetap diminta waspada saat melintasi KM 28. Kepolisian telah menyiapkan jalur alternatif untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk jika longsor kembali terjadi dan menutup akses utama.

Polsek Loa Janan juga telah meningkatkan patroli dan pengawasan di titik-titik rawan bencana untuk memastikan keamanan pengguna jalan dan memberikan respons cepat jika terjadi kondisi darurat.

Sementara itu, Kapolsek Loa Janan, AKP Indra Wirawan, dalam keterangannya mengatakan bahwa semua elemen masyarakat harus bahu-membahu dalam menghadapi kondisi ini.

“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami imbau tidak panik, tetapi tetap siaga dan patuhi instruksi petugas di lapangan,” tegasnya.

Warga berharap peristiwa ini bisa menjadi pemicu pemerintah daerah dan provinsi untuk memberikan solusi jangka panjang. Salah satunya adalah membangun tanggul penahan tanah atau sistem drainase permanen untuk mencegah erosi tanah di musim penghujan.

Tokoh masyarakat setempat, Sumarlin, menegaskan bahwa bencana serupa akan terus berulang jika hanya ditangani secara darurat.

“Kami minta ada tindakan nyata dari pemerintah. Jangan tunggu sampai ada korban. Jalan ini jalur vital penghubung Samarinda – Balikpapan lewat jalur alternatif,” kata Sumarlin.

Artikel Asli baca di rri.co.id

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim

LAINNYA
x