src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Dinas PPKBP3A Dampingi Pelajar Korban Kekerasan Seksual yang Hebohkan Berau

Dinas PPKBP3A Dampingi Pelajar Korban Kekerasan Seksual yang Hebohkan Berau

2 minutes reading
Monday, 24 Nov 2025 21:33 121 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Seorang pemuda berinisial AR diamankan Polres Berau di Bandara Kalimarau karena diduga melakukan kekerasan seksual kepada anak di bawah umur atau pedofilia. Diketahui, tersangka aktif dalam kegiatan Pramuka di Kecamatan Tabalar dan merupakan salah satu kandidat pramuka berprestasi pengharapan Pemuda Tahun 2025.

Kasi Humas Polres Berau, AKP Ngatijan membenarkan hal tersebut. Salah satu orang tua korban melakukan laporan. Diduga korbannya mencapai belasan anak. Personel Reskrim Polres Berau menangkap terduga pelaku di Bandara Kalimarau beberapa waktu lalu.

“Menunggu penyidik dari pada PPA masih bekerja mengumpulkan data,” ungkapnya, Senin 24 November 2025.

Adapun korban yang melapor sejauh ini masih berusia duduk di bangku SMP. Penangkapan dilakukan berdasarkan laporan dua korban yang kini telah mendapat pendampingan dari pihak terkait.

Terduga AS, diketahui merupakan mantan finalis Duta Budaya Berau 2022, pernah meraih penghargaan Pramuka Berprestasi, masuk 50 besar peserta Pertamina Foundation 2021. Ia merupakan pejuang SIGAP Sejahtera di Kampung. “Saat ini masih berproses, memang benar saat ini laporan dan data kami ada 18 korban. Anak usia SMP dan SMA,” bebernya.

Polres Berau menegaskan, kasus ini akan dirilis secara terbuka jika proses penyelidikan sudah selesai.

Kepala Dinas PPKBP3A Berau, Rabiatul Islamiah mengatakan, pihaknya menerima informasi awal melalui UPT terkait bahwa adanya dua anak yang membutuhkan pendampingan. “Saat ini kami sedang melakukan pendampingan,” ujarnya.

Mengingat korban masih di bawah umur, pendampingan pun disarankan dilakukan di kecamatan tersebut untuk menjaga kondisi psikis para korban jika harus datang ke pusat layanan di Tanjung Redeb.

DPPKBP3A Berau melakukan komunikasi intens bersama UPT dan pihak Kecamatan Tabalar, wilayah yang diduga menjadi asal sebagian besar korban. Pihaknya bertugas untuk memastikan kondisi psikologis mereka, dan memberikan perlindungan. “Selain itu, melakukan sosialisasi pencegahan kekerasan dan pelecehan khususnya di sekolah Kabupaten Berau,” tutupnya. (Riska)

 

WhatsApp
Berita Terkini, Ikuti Saluran WhatsApp headlinekaltim.co

Gabung

LAINNYA
x